Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Kantor Pengadilan Agama Sidoarjo Jalin Kerjasama Dengan Pemkab Sidoarjo Terkait Publikasi Perkara "Ghaib"
Dilihat
406
Penulis:
2015-04-20 05:01:05




HUMASPROTOKOLSidoarjo.- Ada ratusan perkara dengan tergugat yang tidak diketahui tempat tinggalnya masuk di Kantor Pengadilan Agama Sidoarjo. Hal tersebut diungkapkan sendiri oleh Ketua Pengadilan Agama Sidoarjo, Drs. HM. Asymuni, M.H usai melakukan penandatangan kerjasama dengan Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,M.Hum tentang publikasi terkait realese perkara di Pengadilan Agama dengan tergugat yang tidak diketahui tempat tinggalnya. Ia katakan dalam setahun, kurang lebih 300 perkara ghaib ia menyebutnya yang harus diselesaikannya.


Untuk itu, sampai HM. Asymuni, media publikasi perkara ghaib sangat diperlukan. Seperti yang selama ini telah dilakukannya dengan menggandeng stasiun radio Jenggola. Namun hal tersebut dirasa kurang. Untuk itu instansinya menggandeng Pemkab Sidoarjo untuk mempublikasikan perkara dengan tergugat yang tidak diketahui tempat tinggalnya. Nantinya perkara ghaib tersebut akan ditempel di papan informasi di masing-masing instansi pemerintah. Hal tersebut dengan harapan, pihak tergugat dapat mengetahuinya dan proses perkaranya dapat segera terselesaikan tanpa menunggu batas waktu yang ditentukan.


Sementara itu Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah menyambut baik kerjasama tersebut. Ia mengatakan kerjasama tersebut merupakan bentuk sinergi antar unsur yang terus dikembangkan.Kemitraan antar unsur merupakan salah satu faktor kunci untuk membangun Kabupaten Sidoarjo agar tetap kondusif.


Bentuk-bentuk kemitraan perlu terus dikembangkan agar setiap unsur dapat saling mendukung pelaksanaan tugas masing-masing, ujarnya.


Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah mengatakan pemanfaatan bersama media-media sosialisasi milik pemerintah akan memberi dampak positif bagi masyarakat.  Masyarakat dapat mengakses informasi tentang berbagai hal dengan mudah. Seperti disediakannya papan informasi yang ada pada tiap instansi pemerintah. Namun pemanfaatan media informasi secara bersama melalui papan informasi dirasa kurang. Untuk itu ia berharap, kerjasama yang terjalin tidak hanya sebatas pada media-media konvensional saja. Melainkan juga pada media elektronik milik pemerintah. (humas/git)