Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
P3M Kabupaten Sidoarjo Semakin Memantapkan Diri Menjadi Media Komunikasi Pembangunan
Dilihat
660
Penulis:
2015-04-15 04:02:14




HUMAS PROTOKOL, Sidoarjo -   Pengelolaan Pelayanan Pengaduan Masyarakat (P3M) di bawah naungan Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, semakin memantapkan diri sebagai salah satu media yang digunakan untuk berkomunikasi antara masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, hal ini ditandai dengan dilaunchingnya Revitalisasi Peran dan fungsi P3M sebagai Media Komunikasi Pembangunan hari ini (15/4) di Ruang rapat Delta Karya Setda Kabupaten Sidoarjo.

Adanya Launching revitalisasi peran dan fungsi P3M sebagai media pembangunan, dilatarbelakangi  kerjasama antara Program Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene (IUWASH) yang didanai oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau U.S Agency For International Development (USAID), sejak tahun 2011. Program yang berdurasi selama  lima tahun ini, untuk di Kabupaten Sidoarjo sudah memasuki  tahun terakhir.

Launching revitalisasi peran dan fungsi P3M ini, dibuka oleh Asisten Administrasi Umum, Kissowo Sidi Haneko Putro, SH, MH. Beliau sangat mengapresiasi dengan baik untuk program IUWASH di Kabupaten Sidoarjo selama ini.

Dengan adanya program IUWASH ini sangat membantu Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama di bidang air bersih dan sanitasi. Mudah – mudahan untuk kedepannya akan ada lagi kerjasama dengan IUWASH dengan bidang kerja yang lain lagi.

Koordinator IUWASH Regional Jawa Timur, ibu Laksmi Cahyaniwati menjelaskan, pada hakekatnya, Kerjasama ini diselenggarakan dalam upaya membantu Provinsi Jawa Timur menyumbang jumlah capaian MDGs nasional untuk aspek air minum dan sanitasi. Untuk di Jawa Timur ada lima kota yang mendapat bantuan dari IUWASH ini, salah satunya adalah Kabupaten Sidoarjo.

Berhubung di Kabupaten Sidoarjo sudah terbentuk P3M, sebagai pusat pelayanan dan pengaduan masyarakat, walaupun belum seberapa maksimal fungsinya, ketika IUWASH datang ke Sidoarjo. Tapi saat ini perkembangan P3M di Kabupaten Sidoarjo sudah sangat signifikan, dan masyarakat telah betul – betul memanfaatkan pelayanan P3M ini.

Mengingat pada saat ini, P3M Kabupaten Sidoarjo telah bisa diakses melalui internet. Hal ini semakin mempermudah memberikan akses pelayanan kepada masyarakat.

Jadi IUWASH, tinggal memberikan bantuan secara teknis saja, dengan mendorong dan memotivasi terbentuknya Peraturan Bupati dan Surat Keputusan Bupati Sidoarjo, mengingat ini merupakan tahun terakhir bagi kami disini, mudah – mudahan untuk tahun selanjutnya akan ada kerjasama lagi antara IUWASH dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, jelas Laksmi.

Masih menurut laksmi, untuk kedepannya IUWASH masih ingin melihat bahwa P3M, akan terus berkembang lebih baik lagi sebagai media komunikasi pembangunan yang bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, walaupun tanpa adanya IUWASH di Kabupaten Sidoarjo ini.

Dalam Launching tersebut juga menghadirkan narasumber dari Finance Government Advisor IUWASH Nasional, Prof. Lenjen Purwoko Hadi, yang membahas tentang konsep Governance dan MDGs di Bidang Sanitasi dan air Minum serta capaiannya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Pengelolaan Pengaduan Masyarakat (P3M) Muhammad Rofik, S.Sos, MM menjelaskan bahwa dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini, pengaduan yang masuk ke P3M mengalami kenaikan.  Ini menandakan bahwa masyarakat sudah mulai tahu dan paham dimana mereka harus mengirimkan aduan jika merasakan pelayanan yang tidak memuaskan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Dalam mengirim pengaduan, masyarakat bisa datang langsung ke P3M, atau bisa melalui media cetak, melalui internet, dan sekarang juga bisa diakses melalui android. Jadi dimanapun dan kapanpun masyarakat bisa mengakses layanan P3M ini.

Meningkatnya Pengaduan masyarakat ini, tentu saja diimbangi dengan respon kepada masyarakat atas pengaduan yang masuk, yang baik yang selalu kita koordinasikan dengan SKPD terkait, jelas Rofik.

Untuk Pengaduan yang masuk sepanjang tahun 2014 sebanyak 2108 pengaduan, yang sudah direspon sebanyak 199, sedangkan yang masih dalam proses sebanyak 19 pengaduan. Dan ditahun 2015 hingga  per pertengahan Bulan April inijumlah pengaduan yang masuk sebanyak 133 pengaduan, yang terespon 111 pengaduan sedangkan yang 22 pengaduan masih dalam proses. (humas/en)