Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Sosialisasikan Konsumsi Pangan B2SA
Dilihat
489
Penulis:
2015-03-12 04:08:00




HUMASPROTOKOLSidoarjo.-  Kader Taman Posyandu yang ada di Kabupaten Sidoarjo ikuti Sosialisasi Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), Kamis (12/3). Kegiatan yang di selenggarakan di Pendopo Delta Nugraha Sidoarjo tersebut mengundang Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Jawa Timur, Andrianto SH,Mkes sebagai narasumbernya.


Kegiatan yang juga dihadiri oleh ketua TP-PKK kecamatan tersebut dibuka oleh Wakil Ketua TP. PKK Kabupaten Sidoarjo Ny. Hj. Nanik Hadi Sutjipto mewakili Ketua TP. PKK Kabupaten Sidoarjo Ny. Hj. Anik Saiful Ilah. Dalam sambutannya, Ny. Hj. Nanik Hadi Sutjipto mengingatkan pentingnya penerapan gizi sajak usia dini. Kebutuhan gizi bagi anak-anak harus tercukupi bagi tumbuh kembangnya. Untuk memenuhi kebutuhan gizi, konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman sangat diperlukan. Baik dari sumber karbohidrat, protein  nabati maupun hewani, serta vitamin dan mineral diperlukan setiap hari.


Untuk itu melalui sosialisasi kali ini, ia berharap para kader Taman Posyandu dapat mengetahui bagaimana merencanakan, mempersiapkan dan menyajikan konsumsi pangan yang berbasis B2SA setiap harinya. Agar sampai istri dari Wakil Bupati Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto SH,MM tersebut, pola makan hidup sehat dapat diterapkan.


Untuk memulai pola makan hidup sehat, dapat dilakukan dengan membiasakan sarapan pagi terlebih dahulu sebelum beraktivitas. Bagi anak-anak, sarapan pagi sangat penting bagi pertumbuhan. Bagi anak-anak yang bersekolah, sarapan pagi akan membantu konsentrasi dalam menyimak pelajaran. Pasalnya siswa tidak akan terganggu pelajarannya dengan rasa lapar.


Selain itu sampai Ny. Hj. Nanik Hadi Sutjipto, sarapan pagi yang sehat akan dapat menghalau penyakit. Setidaknya anak-anak dapat terhindar dari penyakit masuk angin. Oleh karena itu ia meminta ibu-ibu untuk menyiapkan sarapan pagi bagi keluarganya. Ibu-ibu juga dimintanya untuk menyiapkan sendiri makanan yang akan dihidangkannya. Mulai dari pemilihan bahannya sampai bumbu masakannya yang benar-benar harus terhindar dari bahan penyedap rasa.


Ia juga menyampaikan makanan yang terbaik tidak harus mahal. Asal pandai memilih, ibu-ibu dapat menyajikan masakan yang terbaik bagi keluarganya. Konsumsi ikan juga ia anjurkan untuk sering dikonsumsi anak-anak. Omega 3 yang terdapat pada ikan akan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan otak. Untuk itu ia sarankan anak-anak diajarkan gemar makan ikan dengan sering menghidangkan ikan sebagai lauk pauknya. Sayuran dalam hidangan masakan tidak kalah pentingnya. Sayuraan ia anjurkan ada pada setiap masakan untuk memenuhi serat bagi tubuh.


Sementara itu Ketua Persagi Jawa Timur, Andrianto SH,Mkes mengatakan bahwa makan adalah kebutuhan pokok manusia. Untuk itu makanan yang dikonsumsi harus tercukupi kebutuhan gizinya bagi tubuh. Ia mengatakan konsep kebutuhan gizi yang seimbang sangat mudah. Asal zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral terpenuhi, kebutuhan gizi yang seimbang sudah dapat diperoleh tubuh. Hanya saja masalah gizi saat ini menjadi masalah bagi generasi penerus bangsa.


Dalam kesempatan tersebut, ia sampaikan ada empat pilar prinsip gizi seimbang. Diantaranya mengkonsumsi aneka ragam pangan, membiasakan perilaku hidup bersih, dan melakukan aktivitas fisik serta memantau berat badan secara teratur. Ia mengatakan membiasakan mengkonsumsi makanan beragam sangat diperlukan. Pasalnya tidak ada satu jenis makanan yang mengandung semua zat gizi. Dengan makan makanan yang beragam, kekurangan gizi dari satu makanan dapat ditutup oleh makanan lainnya. Untuk itu kombinasi makanan atau ia sering sebut dengan food combining sangat diperlukan dalam menu makanan.


Sumber karbohidrat, protein, lemak plus sumber vitamin dan mineral adalah kombinasi bagus bagi tubuh kita, sampainya. (humas/git)