Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Gubernur Jatim Dan Wakil Bupati Sidoarjo Sidak Harga Beras Di Pasar Larangan
Dilihat
259
Penulis:
2015-03-05 03:16:29




HUMASPROTOKOLSidoarjo.- Operasi pasar untuk menanggulangi harga beras yang melambung di masyarakat dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Dr. Soekarwo bersama dengan Wakil Bupati Sidoarjo H. MG. Hadi Sutjipto, SH, MM dan didampingi Kabulog Jatim Witono melakukan sidak harga beras di Pasar Larangan Sidoarjo, sidak dilakukan  terkait operasi pasar yang dilakukan  Perum Bulog Divre Jawa Timur, kamis (5/3/2015).

Dalam sidak itu, Gubernur Jawa Timur  memantau langsung proses penjualan beras dan bahan pokok lainnya.Menurut Pak de Karwo, pelaksanaan operasi pasar yang digelar Bulog Jatim ini sangat bagus. Selain bisa menekan harga beras yang naik, kualitas beras yang dijual untuk masyarakat menengah ke bawah ini tergolong baik dan tidak berkutu. Saya tadi mengawasi dan melihat langsung beras yang dijual. Sudah saya teliti sampai di bawah, berasnya cukup bagus dan tidak ada kutu sama sekali, dan untuk operasi pasar ini adalah beras golongan medium atau golongan tiga ujarnya usai sidak.

Bahkan, Pak De Karwo juga sempat mengecek kualitas beras ke bak truk milik Bulog Jatim dan turut menjualkan secara langsung beras kepada pembeli yang mengantre panjang. Pak de Karwo mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir dengan stok beras OP karena stok beras cukup banyak. Saya apresiasi peran Bulog Divre Jatim. Tapi sekarang tinggal bagaimana kreatifitas dan sosialisasi lebih luas agar masyarakat tahu penyelenggaraan operasi pasar. Karena itu masyarakat khususnya di Sidoarjo ini jangan khawatir kehabisan beras Bulog, tegasnya.

Meski mengapresiasi, juga mengusulkan penjualan beras pada operasi pasar yang digelar Bulog Divre Jatim tersedia dalam berbagai kemasan berbagai ukuran beratnya untuk memudahkan warga membeli. Sekarang masih dijual lima kilogram per paket. Kalau bisa mulai 1 kg dan 2,5 kg. Karena kan tidak semua masyarakat mampu membeli paket lima kilogram.

Sementara Kepala Bulog Divre Jatim, Witono mengungkapkan operasi pasar dilakukan Bulog telah berjalan tiga 7 hari dan telah berhasil menjual beras medium sebanyak lebih dari 161 ton. Untuk tempat pelaksaan operasi pasar digelar di Kantor Bulog serta pasar tradisonal di seluruh Jatim. Di Sidorajo, operasi pasar digelar di Pasar Larangan, setiap hari disiapkan sekitar 4 ton beras golongan medium. Ada juga tim yang menjual keliling kampung dan di rumah susun di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, dengan harapan penyelenggaran dan sasaran OP bisa lebih optimal, kata Witono.Untuk beras dijual dengan harga Rp 7300 per kg dengan kemasan minimal 5 kg.

Menurut dia, operasi pasar akan dilakukan setiap hari di awal bulan maret untuk Kabupaten Sidoarjo. "Agar harga beras dapat stabil dan saat ini harga beras sudah mulai turun karena Maret sejumlah daerah penghasil beras sudah mulai panen," jelasnya.(humas/ir)