Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Bupati Sidoarjo Lantik Pejabat Struktural Eselon II, III, IV dan V
Dilihat
583
Penulis:
2015-01-22 03:26:31




 

 

HUMASPROTOKOLSidoarjo.- Sebanyak 135 pejabat struktural yang berada di Eselon II, III, IV dan V di lantik Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,M.Hum di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Kamis (22/1). Hal tersebut menyusul telah ditandatanganinya surat keputusan bupati Sidoarjo tentang pengangkatan dalam jabatan oleh bupati Sidoarjo. Pengambilan sumpah dilakukan kepada pejabat struktural yang baru menempati tugas barunya tersebut.


Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pengukuhan kepala SD Negeri oleh bupati Sidoarjo. Sebanyak 37 kepala SD Negeri baru dikukuhkannya.


Wakil Bupati Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto SH,MM serta Ketua DPRD Sidoarjo H. Sullamul Hadi Nurmawan serta Sekda Sidoarjo H. Vino Rudy Muntiawan SH dan seluruh pejabat Sidoarjo hadir menyaksikan. Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Hj. Anik Saiful Ilah dan Hj. Nanik Hadi Sutjipto serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Sidoarjo Hj. Nun Vino Rudy Muntiawan turut hadir dalam kesempatan tersebut.


Dalam sambutannya Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah mengatakan bahwa jabatan sesungguhnya adalah sebuah amanah dan kepercayaan yang diberikan tidak hanya dari atasan atau pemerintah daerah. Akan tetapi jabatan juga merupakan sebuah amanah dan kepercayaan dari masyarakat.


Lebih dari itu sampai Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, jabatan merupakan amanah dari Allah SWT yang kelak akan di pertanggung jawabkan secara pribadi kepada Allah SWT. Oleh karena itu ia meminta hendaknya pemegang jabatan bisa memegang dan menjalankan kepercayaan tersebut dengan sebaik - baiknya.


Ia mengatakan pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat struktural, serta pengangkatan dan pengukuhan kepala Sekolah Dasar Negeri diantaranya bertujuan untuk menghindari potensi yang pasif dan kesenjangan operasional di dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat. Selain itu dikarenakan juga adanya kekosongan pejabat struktural, dan kepala sekolah yang telah memasuki batas usia pensiun maupun meninggal dunia.


Ia mengatakan mutasi merupakan bagian dari kehidupan organisasi, dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan. Mutasi juga merupakan bagian dari pola karier pegawai, sebagai upaya penyegaran dan peningkatan kinerja.


Untuk itu pelantikan dan pengukuhan kali ini harusnya dimaknai dari sudut pandang kepentingan organisasi, bukan sekedar penempatan figur pejabat, pada jenjang jabatan tertentu. Ia mengatakan pengembangan karier pegawai tidak semata-mata untuk kepentingan pegawai yang bersangkutan. Namun lebih diutamakan untuk pembenahan dan pemantapan organisasi, dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan tugas melayani kepentingan umum.


Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah menyampaikan peran pejabat struktural dan kepala sekolah pada semua jenjang harus mampu menguasai setidaknya setengah kemampuan. Sebagai teladan atau contoh serta mampu mengatur tugas yang di bebankan adalah yang harus ditunjukkannnya. Selain itu, peran pejabat dituntut mampu menguasai sistem, tata cara, standar operasional dan prosedur kerja, yang secara normatif telah tertuang di dalam peraturan per Undang-undangan.


Dalam kesempatan tersebut ia berharap para pejabat yang dilantik dan dikukuhkan hari ini  diharapkan menjadi roda penggerak organisasi yang baik. Bergulirnya fungsi manajemen dan administrasi, baik yang dilakukan secara sinergis, paralel, maupun parsial oleh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) nya harus dapat dilakukannya.


Menyikapi jabatan kepala sekolah, Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah mengatakan bahwa hal tersebut merupakan tugas tambahan bagi para pejabat fungsional guru. Dalam penyeleksiannya memerlukan proses yang sangat ketat. Sebab selain harus lolos dalam seleksi administratif dan akademis, calon kepala sekolah juga harus mampu, menguasai kompetensi kepribadian, sosial, manajerial, supervisi serta mempunyai kompetensi kewirausahaan.


Oleh karena itu, kepala sekolah diharapkan memiliki kemampuan yang lebih, dibandingkan dengan guru - guru lain. Terutama dibidang kepemimpinan dan manajemen, serta mampu sebagai motor penggerak, bagi peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Pasalnya hal itu merupakan konsekuensi logis dari tuntutan tanggung jawab serta peran kepala sekolah, dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan yang sangat besar yang pada akhirnya nanti dapat meningkatkan peserta didik yang berkualitas.         


Dalam kesempatan itu, ia berpesan beberapa hal kepada para pejabat yang baru dilantik dan dikukuhkannya. Dengan harapan agar dapat digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pada SKPD masing-masing.


Pertama ia berpesan untuk senantiasa me