Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Petani Keluhkan Pupuk Langka Pada Pencanangan Tanam Serentak
Dilihat
640
Penulis:
2015-01-22 07:12:02




HUMAS PROTOKOL, Sidoarjo - Sebagai upaya dalam meningkatkan swasembada pangan dalam hal ini, produksi beras di Kabupaten Sidoarjo, Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M.HUM bersama dengan Komandan Kodim 0816 Sidoarjo pada hari Selasa (20/1) mencanangkan gerakan tanam serentak dan peletakan batu pertama perbaikan jaringan irigasi tersier yang dipusatkan di Dusun Pejantren Desa Wonoplintahan , Kecamatan Prambon. 

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Jawa Timur, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Komandan Kodim 0816 Sidoarjo, Sekertaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Staf Ahli Bupati Sidoarjo beserta Dinas terkait dan camat se Kabupaten Sidoarjo.

Acara Diawali dengan peletakan batu pertama pembanguan perbaikan jaringan irigasi tersier oleh Bupati Sidoarjo, Dandim 0816, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Sekretaris daerah dan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sidoarjo. Dilanjutkan dengan penanaman bibit padi, setelah itu baru dilanjutkan dialog.

Dalam termin Dialog tersebut, Ketua Himpunan Keluarga Tani (HKTI) Sidoarjo H. Sarnawi, selama ini para petani di Prambon masih sering mengalami kesulitan, kesulitan yang pertama pada musim tanam yaitu; tenaga kerja yang mau mengelola lahan pertanian berkurang, aliran air yang ke sawah kurang serta pengadaan pupuk subsidi dari pemerintah juga kurang.

Yang kedua adalah masalah bibit padi, selama ini para petani di Kecamatan Prambon khususnya di Desa wonoplintahan ini, menanam padi jenis Inpari yang kondisi kulit padinya agak tebal, serta tidak banyak disukai oleh tengkulak, jadi waktu panen kami agak kesulitan kalau ingin menjual padi tersebut. Kalau kami menanam bibit padi ciherang memang banyak disukai oleh para tengkulak, tapi padi ciherang ini tidak tahan oleh wereng.

Permasalahan yang ketiga adalah tanaman tebu di wilayah Desa Wonoplintahan, sudah waktunya tanaman tebu ini mendapat pupuk tapi para petani kesulitan untuk mendapatkan pupuk dari subsidi pemerintah, selain itu, harga tebu petani juga tidak stabil.

Untuk itu, kami mohon kepada kepada pemerintah daerah maupun pusat untuk berkoordinasi menetapkan harga gula dan harga gabah sehingga tidak merugikan petani pasca panen, mengingat biaya tanam hingga panen yang dikeluarkan oleh petani sangat besar tidak sebanding dengan harga yang ada pasca panen.

Menanggapi keluhan tersebut Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sidoarjo Ir. Anik Puji Astuti,berjanji akan mengupayakan pengadaan alat – alat pertanian baik dari pemerintah pusat maupun daerah guna membantu para petani mengatasi kesulitan tenaga kerja. Selain itu, untuk persediaan pupuk akan segera diupayakan.

Sementara itu, Komandan Kodim, Letkol Arh. Bambang Utomo, bersedia menyiapkan beberapa anak buahnya untuk membantu petani di musim tanam ini apabila diperlukan, mengingat TNI Angkatan Darat manunggal bersama rakyat turut membantu mensukseskan swasembada pangan di Indonesia ini.

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M.HUM, menampung semua keluhan warga dan akan dicarikan solusinya bersama SKPD terkait. Dan untuk kepentingan swasembada pangan Bupati Sidoarjo akan tetap mempertahankan lahan pertanian di Kabupaten Sidoarjo yang hanya tinggal 12.205 hektar dari sebelumnya sekitar 23 – 25 hektar.

Untuk distribusi pupuk yang masih kurang, mohon kepada Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan peternakan untuk segera dicarikan solusinya, agar hasil pertanian kita bisa maksimal, Jelasnya. (humas/en)