Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Roadshow SBH 2014 Singgah Di Desa Sebani Tarik
Dilihat
210
Penulis: Super Admin
2015-01-16 03:14:07




HUMASPROTOKOLSidoarjo.- Roadshow Sidoarjo Bersih Hijau (SBH) 2014 kali ini singgah di Desa Sebani Kecamatan Tarik, Jum’at (16/1). Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah serta Wakil Bupati Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto SH,MM yang hadir disambut meriah kader lingkungan dan masyarakat desa tersebut.


Seperti biasa, senam pagi bersama dilakukan bupati dan wakil bupati Sidoarjo serta pejabat Sidoarjo bersama masyarakat sebelum peninjauan lingkungan. Usai senam bersama, bupati Sidoarjo didaulat memberangkatkan jalan sehat yang diikuti oleh masyarakat desa tersebut. Tidak mau ketingalan, bupati serta wakil bupati Sidoarjo dan para pejabat Sidoarjo ikuti jalan sehat keliling lingkungan.


Dalam Roadshow SBH 2014 di Desa Sebani-Tarik kali ini, lingkungan RT 11 RW 2 menjadi fokus penilaiannya. Berbagai tanaman di pekarangan rumah warga menjadi pemandangan yang menyejukkan. Tanaman Obat Keluarga (Toga) menjadi salah satunya selain sayur mayur. Selain itu, masyarakat juga mempergunakan pekarangannya untuk berternak ikan lele. Tiap halaman pekarangan rumah terdapat kolam lele yang terbuat dari bis beton sumur. Hal tersebut dilakukan warga untuk menambah perekonomian keluarga.


Dalam kesempatan tersebut Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah berpesan agar keberadaan lingkungan terus dilestarikan. Ia mengatakan kebutuhan dan kenyamanan hidup seseorang bersumber dari lingkungan yang ditempati. Dari lingkungan kita bisa mencukupi kebutuhan makan, minum, bernapas dan tempat tinggal, sampainya.      


Ia juga menyampaikan bahwa kerusakan lingkungan terjadi karena ulah dan perilaku hidup manusia itu sendiri. Hanya sedikit masyarakat yang mau peduli terhadap kelestarian lingkungannya. Kehidupan masyarakat yang modern sampai Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, banyak menghasilkan sampah padat dan cair tanpa mau mengolah. Bahkan banyak yang membuang sampah sembarangan, serta penebangan liar pohon lindung tanpa ada kepedulian untuk menanam kembali.


Perilaku ini dapat menyumbangkan andil besar penyebab kerusakan lingkungan, ujarnya.


Untuk itu melalui Sidoarjo Bersih dan Hijau diharapkan sebagai wahana edukasi terhadap perubahan perilaku masyarakat. Dengan program kegiatan SBH, diharapkan semakin meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menciptakan kelestarian lingkungan hidup. Oleh karena itu Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah berharap kepada masyarakat untuk tetap bersemangat dan tanpa kenal lelah berkreasi dan berinovasi secara berkesinambungan dalam menciptakan kelestarian lingkungan.

 

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah juga meminta masyarakat untuk mengurangi serta mengolah sampah rumah tangga yang berwawasan lingkungan. Pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan 3R. Yakni  R pertama Reduce atau mengurangi.  R kedua Reuse atau menggunakan kembali dan R ketiga Recycle atau mendaur ulang.


Selain itu  ia meminta setiap desa atau kawasan pemukiman wajib tersedia tempat pengelolaan sampah terpadu. Serta adanya  unit-unit bank sampah sebagai tempat untuk melaksanakan proses 3R tingkat kawasan. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mewujudkan perubahan perilaku masyarakat dalam mendukung keberhasilan dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.


Dalam kesempatan itu juga, Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah meminta pemerintah desa atau kelurahan bersama masyarakat untuk mampu menciptakan lingkungan hijau, indah dan teduh yang dipadukan dengan upaya peningkatan ekonomi kreatif. Kepada para camat yang hadir,  ia juga meminta untuk terus mencari solusi bersama Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Sidoarjo dalam menangani problem sampah. Dan kepada seluruh pimpinan SKPD, untuk dapat memberikan keteladanan kepada masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat.


Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Sebani Hadi Mursito berharap melalui SBH kali ini, kesadaran masyarakat akan kebersihan dan penghijaun terus meningkat. Meski tahun lalu desa yang dipimpinnya menjadi juara pertamanya, ia tidak ingin melihat kebersihan dan penghijaun lingkungannya menurun. Untuk itu budaya hidup bersih dan sehat ia galakkan. Salah satunya dengan mengikuti program kebersihan dan penghijaun tahun ini.   


Kepada warganya, Hadi Mursito minta untuk memanfaatkan pekarangan rumahnya masing-masing. Berbagai jenis tanaman yang mempunyai nilai ekomomis menjadi salah satunya untuk ditanam. Pasalnya ia berharap produk olahan tercipta dari hasil tanaman pekarangan sebagai penghasilan tambahan keluarga.


Tadi kami tampilkan di situ ada manisan terong, manisan tomat, manisan cabe merah juga ada. Dan bila perlu pepaya yang tidak produktif dan pisang yang juga tidak produktif kita akan ja