Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Kabupaten Sidoarjo Peringati Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke 69
Dilihat
629
Penulis:
2014-10-13 12:58:39




HUMASPROTOKOL,Sidoarjo.- Upacara memperingati Hari Jadi ke 69 Provinsi Jawa Timur dilakukan Kabupaten Sidoarjo di Alun-alun Sidoarjo, Senin (13/10). Semua unsur terlibat dalam upacara peringatan Hari Jadi ke 69 Provinsi Jawa Timur yang mengambil tema Hari Jadi ke 69 Provinsi Jawa Timur sebagai Pintu Gerbang Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, Menuju Jawa Timur Lebih Berdaya Saing, Mandiri dan Sejahtera . Seperti dari unsur Pegawai Negeri Sipil, Polri, TNI sampai pelajar.


Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH,M.Hum memimpin jalannya upacara yang dihadiri Wakil Bupati Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto, SH,MM dan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Sidoarjo. Seperti Ketua DPRD Sidoarjo H. Sulamul Hadi Nurmawan, Kapolres Sidoarjo AKBP, Marjuki,SIK, M.Si, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Arh Bambang Utomo, S.IP. Juga hadir Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo serta para Kepala SKPD Sidoarjo dalam kesempatan tersebut.


Membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur DR. H. Soekarwo, Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah menyampaikan bahwa hakekatnya Hari Jadi Provinsi Jawa Timur diperingati sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas perjalanan sejarah yang penuh dinamika. Momentum tersebut sampainya sekaligus sebagai bentuk apresiasi kepada para pelaku sejarah Jawa Timur yang telah dengan gigih membangun peradaban yang berakhlaq sejak Provinsi Jawa Timur berdiri tanggal 12 Oktober 1945.


Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah menyampaikan perjalanan sejarah Jawa Timur dengan semangat gotong royong, toleran, santun, agamis adalah akhlak yang menjadi modal dasar eksistensi dan kekhasan masyarakat Jawa Timur. Semangat juang yang tak kenal menyerah untuk menyejahterakan masyarakat Jawa Timur terus dilakukan oleh para pemimpin Jawa Timur sejak Raden Mas Tumenggung (R.M.T.) Soerjo hingga sekarang.


Melalui momentum peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur DR. H. Soekarwo mengajak seluruh komponen masyarakat Jawa Timur untuk terus bersiap diri lahir dan batin menyongsong hari depan yang penuh dengan tantangan utamanya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015. Ia mengatakan ada dua hal pokok yang menjadi tantangan ke depan. Yang pertama yakni tantangan internal, yaitu upaya untuk semakin mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, yang secara korelatif mampu menurunkan jumlah penduduk miskin, mengurangi pengangguran, meningkatkan indeks pembangunan manusia, serta mengurangi disparitas antar wilayah.


Ditinjau dari konstruksi kinerja, maka Jawa Timur saat ini sudah dalam posisi on the track , dan telah mencapai kategori memuaskan sesuai skor pembangunan inklusif menurut penilaian BPS pusat, sampainya.


Yang Kedua sampainya adalahtantangan eksternal dalam menghadapi berbagai kesepakatan-kesepakatan ekonomi regional, khususnya untuk ASEAN dengan pemberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dilaksanakan pada 2015, disamping kerjasama-kerjasama lainnya dengan berbagai negara baik dalam skema kemitraan bilateral (Bilateral Partnership) antar pemerintah maupun antar pebisnis. Di MEA 2015, sampai Gubernur Jawa Timur DR. H. Soekarwo, produk barang dan jasa dari Jawa Timur dituntut untuk memiliki daya saing yang kuat. Untuk mencapainya, diperlukan sumberdaya manusia yang berkualitas sesuai tuntutan pasar global.


Disini Peran UMKM Jawa Timur dalam perdagangan bebas komunitas ekonomi ASEAN sangatlah penting. Mereka harus dilindungi dan dipersiapkan secara matang, agar tidak kalah dalam persaingan di pasar bebas, sampainya.


Dalam kesempatan tersebut ia berpesan kepada pelaku UMKM untuk tidak takut menghadapi pelaksanaan MEA yahun depan 2015. Sebab momen tersebut bisa menjadi peluang besar bagi pengusaha UMKM domestik.


UMKM bisa menjadi senjata bagi Jawa Timur untuk memenangkan kompetisi pada era perdagangan bebas. Sebab, produk UMKM rata-rata memiliki keunikan dan nilai seni tinggi berbasis kebudayaan local, sampainya.


Dalam sambutannya yang di bacakan Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, Gubernur Jawa Timur DR. H. Soekarwo menyampaikan bahwa Provinsi Jawa Timur terus berupaya menguasai 50 persen pangsa pasar perdagangan domestik di sektor perdagangan, yang diupayakan melalui jalinan kerjasama perdagangan antar provinsi. Hingga tahun 2014 ini sampainya telah terbentuk 26 Kantor Perwakilan Dagang (KPD) antar provinsi.  Langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten/Kota adalah dengan meningkatkan standarisasi produk dan sertifikasi SDM.


Standarisasi diperlukan agar produk barang/jasa dari Jawa Timur dapat diterima dan memiliki nilai jual yang lebih kompetitif di pasar global, sehingga akan semakin memberikan deversifikasi sumber-sumber pertumbuhan ekonomi menuju inklusivitas untuk kesejahteraan yan