Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
PENGELOLAAN TINJA UPT-PAL PEMPROV BALI RAUP PAD 2 MILYARD
Dilihat
1231
Penulis:
2014-10-01 03:55:46




Tim Pokja Sanitasi dan Air Minum Pemkab Sidoarjo baru-baru ini melakukan Studi Banding Guna Pengimplementasian dan Prospek Kedepan Unit Pengelolaan Teknis  Pembuangan Air Limbah Domestik ke UPT – PAL Dinas PU Provinsi Bali


Denpasar (Studi Komparatif) – Bersama SKPD Tim Pokja Sanitasi dan Air Minum dengan Koordinator Bappeda Kabupaten Sidoarjo melakukan kunjungan kerja dalam rangka Studi Banding Pengelolaan Limbah Domestik ke UPT-PAL Dinas PU Provinsi Bali pada hari Senin, 22/11, Tim Pokja Sanitasi dan Air Minum yang mengikuti Studi Banding tersebut, antara lain : Bappeda, DKP, PDAM, Dinas PU Cipta Karya & Tata Ruang, BPMPKB, Diknas, Bagian Hukum, Bagian Humas & Protokol, Bagian Kerjsama, Bagian Organisasi, serta beberapa pejabat kecamatan. Studi Banding ini langsung dilakukan ke UPT Unit Pengelolaan Limbah Dinas PU Provinsi Bali di Jalan Melati No. 16 Denpasar, diterima langsung  oleh Kepala UPT Pengelolaan Limbah Dinas PU Provinsi Bali Ir. Gede didampingi para Staf UPT diruang rapat.


Di awal pertemuan Ka UPT-PAL Ir. Gede menjelaskan bahwa Pelaksana System perpipaan air limbah Denpasar Sewerage Development Project (DSDP) beroperasional sejak tahun 2008 dengan area pelayanan pusat kota Denpasar, kawasan wisata Sanur, Legian, Seminyak dan Kabupaten Badung, dengan jumlah pelanggan sampai tahun 2014 sebanyak 7.833 unit.



Dengan telah diterbitkan Perda Provinsi Bali No 2 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum, maka UPT-PAL (Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Air Limbah) mulai September 2011 dapat menarik retribusi kepada pelanggan yang memanfaatkan Sistem Perpiaan Air Limbah ini, dan PAD yang sudah dihasilkan oleh UPT-PAL ini per tahun berkisar 4,341 Milyar, tutur Gede.


Dan sebelum dilakukan pengenaan retribusi ini oleh Pokja Sanitasi dan Air Minum yang dikoordinatori oleh Bappeprov Bali secara intensif dan berkelanjutan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terhadap pentingnya penanganan air limbah domestik untuk menjaga lingkungan sekitarnya supaya tidak tercemar dengan air limbah domestik tersebut, kata Ka UPT-PAL.


Pada kesempatan lain setelah sesi pertemuan dilanjutkan dengan melakukan tinjauan lapangan ke lokasi operasionaliasi UPT-PAL, dan menurut Eny Kabid Kimparswil Bappeda Sidoarjo model-model penanganan dan pengelolaan UPT – PAL Provinsi Bali ini bisa diadopsi oleh UPTD Pemrosesan Akhir TPA Sampah dan Pengelola Air Limbah Domestik yang berada dibawah naungan Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Keberadaan UPTD Pengelola Air Limbah  yang berlokasi di Desa Kupang Kecamatan Jabon tersebut kdepan nantinya lebih optimal dan diharapkan dapat menghasilkan PAD seperti halnya UPT-PAL di Provinsi Bali, tutur Eny.


Dari hasil Studi Banding dan  pengalaman yang sudah dilakukan oleh UPT-PAL Dinas PU Provinsi Bali, tegas M. Rofik,S.Sos, MM Kasubbag Pengelolaan Pengaduan perlu juga upaya penjajakan kerjasama dengan pihak swasta maupun asing terkait pembangunan serta pendampingannya, seperti saat ini yang sudah dilakukan oleh Tim Pokja Sanitasi dan Air Minum Pemkab Sidoarjo yang menggandeng USAID-IUWASH didalam pendampingan sampai dengan terbentuknya UPTD PAL ini, dan tidak hanya dari lembaga USAID-IUWASH saja dicoba untuk menggadeng pihak asing lainnya misal: JICA (Jepang) atau dengan Kementrian terkait lainnya yaitu Kementrian PU.


Dan terkahir,diharapkan UPTD PAL yang ada Kab Sidoarjo itu operasionalisasi dilakukan sesegera mungkin dengan pertimbangan bahwa untuk tambahan personil SDM bisa menyusul, serta terkait sarana prasarana dilakukan secara bertahap sesuai dengan kamampuan APBD, dan kedepan diupayakan untuk melakukan kerjasama dengan pihak swasta dengan melalui program CSR khususnya kepada perusahaan yang mempunyai kepedulian terhadap masalah sanitasi dan air bersih, pungkas Rofik Anggota Tim Pokja Sanitasi dan Air Minum Pemkab Sidoarjo.(Kasubbag Pengelolaan Pengaduan M. Rofik,S.Sos, MM)