Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Tim Penggerak-PKK Kabupaten Sidoarjo Sosialisasikan Perlindungan Anak Kepada Anggotanya
Dilihat
458
Penulis:
2014-09-24 03:41:16




HUMASPROTOKOL,Sidoarjo.- Upaya mengantisipasi isu terjadinya pelanggaran hak anak serta kekerasan terhadap perempuan dan anak maupun perdagangan anak dilakukan TP-PKK Kabupaten Sidoarjo dengan menggelar Sosialisasi Perlindungan Anak, Rabu (24/9). Nara sumber dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Jawa Timur dihadirkan dalam sosialisasi yang diselenggarakan di Pendopo Delta Nugraha tersebut.


Dibuka oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Ny. Hj. Anik Saiful Ilah, sosialisasikan Perlindungan Anak diikuti oleh Ketua TP-PKK Kecamatan se- Kabupaten Sidoarjo beserta anggotanya. Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Ny. Hj. Anik Saiful Ilah mengatakan bahwa anak adalah amanah dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus di jaga. Selain itu anak adalah generasi penerus bangsa dan aset bangsa  yang akan menjadi pilar utama dalam pembangunan nasional.


Untuk itu sampai Ny. Hj. Anik Saiful Ilah, kualitas anak sebagai  generasi penerus masa depan bangsa perlu ditingkatkan. Begitu pula dengan perlindungan anak yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh semua pihak. Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dengan program (SIKARA) Sidoarjo Kabupaten Layak Anak. 


Melalui program SIKARA tersebut sampai Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Ny. Hj. Anik Saiful Ilah, terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak dapat terwujud.  Selain itu melalui program SIKARA tersebut sampainya, hak-hak anak menjadi perhatian untuk dapat dipenuhi. Lewat pembentukan Forum Anak Sidoarjo (FAS) yang sudah ada ditingkat kecamatan lanjut Ny. Hj. Anik Saiful Ilah akan mendukung terwujudnya Sidoarjo Kabupaten Layak Anak.


Sebagai implementasi dalam mendukung program SIKARA, TP-PKK Kabupaten Sidoarjo hari ini melaksanakan sosialisasi perlindungan anak dan hak-hak anak yang merupakan tanggung jawab kita bersama, sampainya.


Untuk itu dalam kesempatan tersebut, Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Ny. Hj. Anik Saiful Ilah meminta kepada anggotanya untuk dapat turut serta dan berperan aktif dalam perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak. Dengan merangkul dan bekerjasama dengan Forum Anak Sidoarjo di wilayahnya masing-masing, anggota PKK dapat langsung memantau hak-hak anak untuk dapat terpenuhi dan terlindungi.


Dalam kesempatan tersebut, Ny. Hj. Anik Saiful Ilah berharap melalui sosialisasi tersebut dapat menambah wawasan ibu-ibu PKK selaku orang tua sebagai pendidik utama dalam keluarga. Selain itu melalui sosialisasi tersebut diharapkannya dapat menjadi bekal dan pedoman bagi anggota PKK dalam menyampaikan penyuluhan maupun orientasi serta sosialisasi kepada orang tua dalam mengasuh anak dan remaja.


Hal tersebut sebagai upaya mengantisipasi, mengurangi, dan memberantas segalabentuk pelanggaran terhadap hak anak, kekerasan terhadap perempuan dan anak serta perdagangan anak, sampainya.


Sementara itu Priyono Adi Nugroho nara sumber dari LPA Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa kasus kekerasan terhadap anak yang paling banyak adalah kekerasan seksual. Data dari Komnas perlindungan anak di akhir tahun 2013 sampainya, lebih dari 50% kasus kekerasan seksual menimpa anak-anak. Oleh karena itu di tahun 2013 dan puncaknya tahun 2014 disebut tahun darurat kekerasan seksual.


Karena sangat tinggi kekerasan seksual di sebut juga kejahatan seksual, sampai Priyono.


Dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan banyak faktor penyebab terjadinya kekerasan terhadap anak. Seperti ketidak harmonisan keluarga, kehilangan keluarga, maupun kekerasan dalam rumah tangga. Bahkan ia menyampaikan tayangan televisi maupun media dapat menjadi pemicu terjadinya kekerasan terhadap anak.


Priyono juga menyampaikan alasan mengapa kekerasan terhadap anak sering terjadi. Ia mengatakan anak korban kekerasan cenderung menutup diri, takut dan bersikap pasrah daripada mencoba melawan. Selain itu anggapan bahwa kekerasan pada anak seringkali dianggap sebagai persoalan intern kekeluargaan. Sehingga kekerasan terhadap anak seakan-akan tertutupi dan terus terjadi.


Untuk itu sampai Priyono, semua pihak diharapkan ikut mendorong upaya-upaya perlindungan dan hak-hak anak dapat terpenuhi. Lembaga penegak hukum maupun lembaga pemerintah pusat serta daerah sampai Priyono diharap dapat menghentikan kekerasan, penelantaran maupun diskriminasi dan eksploitasi anak sebagai wujud kewajiban konstitusional Negara dan realisasi komitmen HAM internasional. Begitu juga peran orang tua maupun pendidik untuk mendorong upaya-upaya perlindungan dan hak-hak anak sangat diperlukan.


Mensosialisasikan hak anak keseluruh lapisan masyarakat serta memberikan mekanisme pertahanan diri terhadap terjadinya kekerasan terhadap anak lanjut Priyono adalah salah satu pencegah