Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Angkat Seni Budaya Indonesia, Cetak Rekor Dunia
Dilihat
276
Penulis:
2013-02-12 09:10:01


HUMASPROTOKOL,Sidoarjo.-  Holis Satriawan ingin mencatat aksi melukisnya dalam Guinnes Word Record dan MURI (Museum Rekor Indonesia). Pasalnya seniman 45 tahun tersebut akan melukis 100 buah lukisan dalam tempo 9 jam dengan bahan dasar cat lukisan dari lumpur Lapindo. Tadi pagi, Selasa (12/2) aksinya tersebut ditunjukkan di depan Restaurant Porong yang berhadapan langsung dengan wilayah bencana lumpur Lapindo.

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,M.Hum yang hadir untuk membuka sekaligus menyaksikan menyambut baik aksi yang dilakukan oleh seniman asal Kota Pasuruan tersebut. Pasalnya lewat aksi semacam itu bisa lebih mengangkat dan mengenalkan Kabupaten Sidoarjo.

Mantan wakil bupati Sidoarjo dua periode tersebut menyadari bahwa ternyata lumpur lapindo yang menenggelamkan Kabupaten Sidoarjo tidak sampai 1% dari luasannya tersebut bisa dimanfaatkan sebagai media melukis oleh seniman lukis. Dengan imajinasi dari seniman yang tinggal di Denpasar Bali tersebut, bencana semburan lumpur Lapindo yang terjadi hampir tujuh tahun lalu bisa dimanfaatkan sebagai karya yang tak pernah kita duga sebelumnya.

H. Saiful Ilah juga mengatakan bahwa bahan dasar cat lukis yang dipakai dari lumpur Lapindo tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi cara melukisnya terbilang nyeleneh, yakni menggunakan tangan kosong dan hanya sesekali menggunakan kuas cat tembok.

Dengan cat lumpur Lapindo yang dicampur dengan cat tembok tersebut Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah yakin lukisan yang di coretkan oleh seniman yang berdomisili di Denpasar Bali itu tidak kalah bagusnya dengan lukisan yang menggunakan kanvas dan cat lukis pada umumnya.

Ini sungguh merupakan keunikan dan inovasi yang sangat luar biasa, ujar H. Saiful Ilah.

Sementara itu, sang seniman Holis Satriawan sebelum memulai aksinya membuat rekor dunia dan nasional mengatakan bahwa tujuan aksinya tersebut didasarkan keinginannya untuk mengangkat seni budaya dari Indonesia. Selain itu, aksi melukisnya yang dilakukan diatas kanvas berukuran 100 cm X 100 cm tersebut sebagai bentuk keprihatinanya kepada korban lumpur Lapindo.

Hasil dari aksi rekor melukis 100 buah lukisan yang di mulai jam 10.55 WIB tersebut ujar Holis nantinya akan dilelang. Dan hasilnya sebagaian akan disumbangkan kepada korban lumpur Lapindo dan untuk kegiatan bedah sekolah.

Hasil dari acara ini nanti akan kita lelang, Insyaalloh nanti di bulan Maret itu akan kita persembahkan kepada korban lumpur Lapindo dan bedah sekolah, sampainya.

Ia juga mengatakan bahwa apa yang dilakukannya adalah sebuah bentuk ungkapan perasaannya terhadap korban maupun penyebab terjadinya lumpur Sidoarjo yang dituangkan lewat lukisan. Holis Satriawan juga mengatakan bahwa lukisan ekspresionis dengan tema Seni Untuk Bangsaku yang dikuaskannya hanyalah sebuah sentilan halus terhadap pihak-pihak terkait bencan Lumpur Lapindo yang ditunjukkan lewat seni.  

Setidaknya saya harap kita tidak menyentil terlalu keras, kita lembut dengan seni, paling tidak ini ada kepedulian dari pihak pemerintah dengan korban lumpur, jadi ada saling komunikasi, kita hanya mediasi saja, pungkasnya. (humas/git)