Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Sidoarjo Optimalkan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) untuk Bantu UKM
Dilihat
515
Penulis:
2014-09-01 03:53:26




HUMASPROTOKOL, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo memaksimalkan keberadaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) untuk membantu para pelaku usaha kecil dan menengah. Pasalnya selama ini ada sejumlah UKM yang terkendala dengan permasalahan UKM. "Masih Banyak pelaku UKM yang belum me manfaatkan KIM sebagai media promosi,’’ ujar Kepala Bagian Humas Dan Protokol Setda Kabupaten Sidoarjo H. Machmudi Alie, SH, Kamis (27/8) dipendopo kantor kecamatan candi.


Ungkapan tersebut disampaikan H. Machmudi Alie saat membuka sosialisasi pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) wilayah Kecamatan Candi.


Rencananya Lokasi kantor KIM wilayah candi  berada satu komplek. Tepatnya, berada di depan Kompleks kantor Kecamatan Candi. Pembentukan KIM dilakukan pada 2014 bulan agustus. Di katakan Muhammad Rofik, S., Sos selaku Kasubbag P3M menyampaikan bahwa dengan dibentuknya KIM diwilayah kecamatan Candi ini akan sangat membantu perkembangan UKM yang telah ada, KIM nanti akan membantu dari sisi promosi melalui jejaring internet, apalagi hampir di setiap kabupaten di Jawa Timur sudah dibentuk KIM, jelas ini akan sangat membantu dalam proses pemasarannya.


Lanjut Rofik, ditunjang dengan kemasan iklan  yang baik maka akan dapat menarik para pembeli produk UKM. Se hingga bentuk promosi melalui jejaring online KIM sangat menentukan perkembangan UKM agar lebih maju di kemudian hari, khususnya UKM yang ada di wilayah kecamatan candi.


Kemasan promosi iklan, menurutnya juga dapat menunjukkan dua hal sekaligus. Yakni gambaran mengenai produk barang dan potensi wisata kabupaten Sidoarjo khususnya wilayah kecamatan Candi. Sehingga keberadaan produk asal Candi - Sidoarjo bisa terkenal hingga ke luar daerah dan negara lain. "KIM untuk membantu UKM dalam memikat pembeli," ujar Listyowati, Ketua KIM Melati kecamatan Buduran. Pasalnya selama ini para pelaku UKM terkendala dengan kurangnya teknik media promosi.


Lis, panggilan akrab Listyowati sejak mulai membentuk KIM tahun 2010 hingga kini, KIM yang diberinama KIM melati sudah keliling hampir didaerah seluruh Jawa Timur, dan beberapakali menerima kunjungan tamu dari luar daerah bahkan hingga tamu dari Papua, Ibu Lis dan beberapa anggotanya mempromosikan usahanya melalui media KIM, dan ternyata hasilnya diluar dugaan, blog KIM Melati yang dikelolanya ternyata banyak yang membaca dan juga melakukan pemesanan melalui on line, termasuk kunjungan tamu yang datang awalnya tahu dari blog KIM Melati yang dikelolalnya.


Alhamdulillah usaha anggoata KIM Melati sekarang banyak menerima pesanan, bahkan hingga keluar daerah Sidoarjo , ujar Lis saat menjadi narasumber dalam sosialisasi pembentukan KIM kecamatan candi.

Selain memaksimalkan peran KIM, Pemkab Sidoarjo juga mengoptimalkan peran Pusat Pelayanan Pengaduan Masyarakat (P3M) yang selaku membawahi KIM se Kabupaten Sidoarjo. Layanan tersebut akan menerima setiap masukan yang diadukan oleh masyarakat, baik mengenai persoalan perkembangan UKM hingga persoalan masyarakat yang menyangkut kepentingan umum.

Rofik mengungkapkan P3M berupaya memfasilitasi berkembangnya jejaring layanan pengembangan usaha UKM dengan melakukan promosi melalui KIM. Apalagi di P3M disediakan sarana pendukung seperti web berita perkembangan kabupaten Sidoarjo, pendamping dalam pembentukan KIM.


Optimalkan Potensi UKM di kecamatan dengan KIM

 

Di zaman yang serba maju seperti saat ini, akses informasi sudah menjadi salah satu kebutuhan. Dengan dasar itu, Kecamatan Candi pun berupaya mengenalkan beragam potensi dan aneka kegiatan Kecamatan setempat dengan membentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).


Camat Candi Abdul Halim, SE, M.Si mengatakan KIM di kecamatan Candi akan segera kami bentuk. Para pengurus dan anggotanya, diisi para perwakilan dari kelurahan atau desa.


Dengan terbentuk dan diaktifkannya KIM di tempat kami nanti, kini proses penyampaian kepada masyarakat lebih mudah disosialisasikan, bisa juga untuk mengangkat potensi ekonomi atau wisata dan yang lebih penting semuanya itu dapat diakses oleh khalayak umum via internet, jelas Abdul Halim.


Sebagai daerah yang dekat dengan  kota Sidoarjo, mengenalkan potensi wilayah yang berpenduduk sekitar 149.861 jiwa dengan jumlah desa sebanyak 15 desa,   itu cukup penting sekali. Sebab, kawasan Candi terkenal dengan pusat industri, perdagangan, jasa, perbankan, dan sektor UKM lainnya, seperti kampung telur bebek yang ada di desa kebonsari.


Nah, pemberdayaan masyarakat agar bisa memilih dan memilah informasi, disebut Abdul Halim, merupakan suatu kebutuhan. Karena KIM termasuk bagian dari jaringan informasi serta media komunikasi dua arah.