Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Ikut Sosialisasikan Penyalahgunaan Narkoba
Dilihat
458
Penulis:
2014-08-26 03:23:15




HUMASPROTOKOL,Sidoarjo.- Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif (Narkoba) yang marak terjadi dikalangan pelajar mengundang keprihatinan TP-PKK Kabupaten Sidoarjo. Keprihatinan tersebut kemarin, Senin (25/8) ditunjukkan TP-PKK Kabupaten Sidoarjo dengan menggelar Sosialisasi Penyalagunaan Obat-obatan Terlarang dan Dampaknya di Pendopo Delta Nugraha Sidoarjo.


225 pelajar SMA sederajat dari delapan sekolah serta ibu-ibu PKK kecamatan maupun desa diberi pengetahuan tentang bahaya Narkoba dalam sosialisasi yang di buka oleh Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Ny. Hj. Nanik Hadi Sutjipto tersebut. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo dihadirkan sebagai nara sumber dalam sosialisasi Penyalahgunaan Narkoba kemarin.


Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Ny. Hj. Nanik Hadi Sutjipto mengatakan penyalagunaan narkoba menimbulkan dampak yang sangat luas. Tidak hanya berdampak pada individu atau pemakai saja, melainkan juga berdampak pada keluarga serta lingkungan.


Ia mengatakan masalah penyalagunaan dan peredaran gelap narkoba bukan hanya masalah pemerintah saja. Tetapi menjadi tanggung jawab bersama untuk turut serta memeranginya sesuai dengan kapasitasnya.


Untuk itu sampai Ny. Hj. Nanik Hadi Sutjipto, TP-PKK Kabupaten Sidoarjo ikut mensosialisasikan penyalahgunaan Narkoba.Ia berharap melalui sosialisasi tersebut, para pelajar maupun ibu-ibu PKK yang ada dapat memahami dan mengerti tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba. Dengan begitu sampainya, para pelajar maupun ibu-ibu PKK dapat membentengi diri  agar tidak terjerumus kedalam narkoba. Selain itu diharapkannya, melalui sosialisasi tersebut para peserta dapat membantu memberantas penyalagunaan Narkoba dilingkungannya masing-masing.


Mudah-mudahan anak-anak Sidoarjo tidak mudah terpengaruh bukan hanya obat-obatan berbahaya, juga hal-hal yang negatif yang sifatnya merugikan diri sendiri, keluarga dan lingkungan disekitar kita, sampainya.


Dalam kesempatan tersebut ia juga menyampaikan bahwa iman dan taqwa adalah benteng yang paling kuat untuk menjaga diri dari pengaruh obat-obatan terlarang. Untuk itu ia berpesan kepada para pelajar untuk meningkatkan iman dan ketaqwaanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.


Selain itu Ny. Hj. Nanik Hadi Sutjipto berharap siswa-siswi yang mengikuti sosialisasi tersebut dapat menularkan pengetahuan tetntang bahaya narkoba kepada yang lainnya. Agar para pelajar di Kabupaten Sidoarjo terbebas dari bahaya Narkoba.


Mudah-mudahan para pelajar yang hadir menjadi kader-kader yang patut dibanggakan sebagai generasi penerus bangsa, sampainya.


Sementara itu Amalia P. Rahman narasumber dari BNN Kabupaten Sidoarjo mengatakan ada tiga hal pokok permasalahan Narkoba. Yakni produksi gelap, peredaran gelap dan penyalagunaan. Ia mengatakan Narkoba tidak dilarang asalkan tidak disalahgunakan pemakaiannya. Pemakaiannya sendiri pun dibatasi dan hanya digunakan dalam ilmu kedokteran. Narkoba banyak digunakan dalam ilmu medis sebagai bahan penelitian untuk kesehatan.


Ia mengungkapkan sumber riset BNN, pengguna Narkoba di Indonesia terus mengalami peningkatan. Dari tahun 2004, ada 3,2 juta jiwa pengguna Narkoba. Ditahun 2008 meningkat menjadi 3,8 juta jiwa dan terus meningkat menjadi 4 juta jiwa pengguna Narkoba di tahun 2012.


Presentase pengguna Narkoba tersebut disandang oleh 70% pekerja, 22% pelajar dan 8% pengangguran. Meningkatnya angka pecandu Narkoba tersebut sampainya disebabkan jumlah pecandu yang direhabilitasi sangat minim. Dari 4 juta pecandu Narkoba, hanya 18 ribu yang direhabilitasi. Untuk itu pemerintah melalui BNN akan terus berupaya menjadikan Indonesia bebas penyalagunaan Narkoba melalui kebijakan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkotika). (humas/git)