Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Wakil Bupati Sidoarjo Ajak Masyarakat Kembangkan Sumber Daya Pangan Lokal
Dilihat
788
Penulis:
2014-08-20 03:40:49




HUMASPROTOKOL,Sidoarjo.- Untuk memenuhi kebutuhan pangan beragam, bergizi dan berimbang, Wakil Bupati Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto SH,MM mengajak masyarakat Kabupaten Sidoarjo untuk mengembangkan sumber daya pangan lokal menjadi beraneka ragam menu makanan. Ajakan tersebut ia sampaikan dalam sambutannya membuka kegiatan Lomba Cipta Menu B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) berbasis sumber daya lokal di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (20/8).


18 Tim Penggerak PKK Kecamatan se Kabupaten Sidoarjo berlomba-lomba mensajikan berbagai  jenis menu makanan dan minuman berbahan lokal dalam lomba Cipta Menu B2SA berbasis sumber daya lokal tahun ini. Mulai dari jenis menu pagi, siang sampai malam tersaji dalam lomba yang rutin digelar Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan bekerjasama dengan TP-PKK Kabupaten Sidoarjo.


Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo Hj. Ny. Anik Saiful Ilah dan Hj. Ny Nanik Hadi Sutjipto serta Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Sidoarjo dan kepala SKPD Sidoarjo hadir dalam lomba Cipta Menu yang dibarengi dengan Pameran Diversifikasi Pangan tersebut.


Wakil Bupati Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto mengatakan akan pentingnya mengkonsumsi anekaragam pangan secara seimbang. Hal tersebut tidak lain bertujuan untuk mewujudkan hidup sehat, aktif, cerdas dan produktif bagi setiap individu. Ia mengatakan bahwa tidak ada satupun bahan pangan yang mempunyai kandungan gizi lengkap. Oleh karena itu mengkonsumsi anekaragam pangan sangat diperlukan bagi tubuh.


Untuk itu perlunya diadakan lomba cipta menu ini guna meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan B2SA, sampainya.


H. MG Hadi Sutjipto mengatakan untuk dapat memenuhi anekaragam pangan tersebut dapat diperoleh dari berbagai jenis tanaman, ternak dan ikan sebagai sumber karbohidrat, protein serta vitamin dan mineral. Ia menyampaikan potensi pangan yang berbasis pada sumber daya lokal di Kabupaten Sidoarjo cukup melimpah.  Hal tersebut menjadi pendukung terwujudnya penganekaragaman pangan bagi masyarakat Sidoarjo. Hanya saja sampainya, tidak mudah mengembangkan penganekaragaman pangan karena menyangkut kesehatan, budaya, sosial, ekonomi dan teknologi. Akan tetapi ia optimis konsumsi anekaragam pangan secara seimbang oleh masyarakat Sidoarjo dapat terpenuhi. Salah satunya yakni dengan melalui kegiatan Lomba Cipta Menu B2SA berbasis sumber daya lokal kali ini.


Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto menghimbau kepada masyarakat agar tidak mengandalkan satu jenis bahan makanan pokok saja yakni beras. Ia berharap masyarakat dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan makanan pokok tersebut.  Untuk itu H. MG Hadi Sutjipto meminta masyarakat Sidoarjo mulai beralih ke sumber pangan lokal non beras mengingat ketersediaan bahan makanan pokok semakin terbatas.


Coba mulai kita belajar minimal satu hari kita tidak mengkonsumsi makanan yang berbahan dasar dari beras, pintanya.


Dalam kesempatan tersebut, ia juga berharap kepada setiap unit kerja terkait dengan kelompok masyarakat untuk terus menerus melakukan sosialisasi maupun gerakan untuk memotivasi masyarakat agar mau mengkonsumsi makanan  B2SA. Dan melalui kegiatan lomba cipta menu kali ini sampai Wakil Bupati Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto merupakan kegiatan yang sangat strategis dalam mengapresiasikan keberagaman menu sumber pangan lokal.  


Semoga melalui kegiatan ini akan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat Kabupaten Sidoarjo dan dapat menciptakan penganekaragaman bahan pangan lokal yang bermutu dan berkualitas, sampainya.


Salah satu dewan juri Sri Handayani dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa ada dua kreteria penilaian yang diberikan. Yakni berdasarkan display atau penyajian dan resep. Bobot penilaiannya pun berbeda. Untuk bobot penilaian di display atau penyajian, dewan juri memberikan nilai 70%. Sedangan untuk penilaian resep 30%.


Ia mengatakan penilaian display dilihat dari keberagaman bahan, komposisi gizi dan kreatifitas pengembangan resep dari bahan lokal. Selain itu dilihat juga aplikatif dari masakan tersebut apa bisa diterapkan dirumah tangga.


Jadi tidak sekedar bikin yang paling rumit supaya hasilnya bagus, tidak seperti itu, jadi yang sesederhana mungkin tapi bisa diaplikasikan untuk rumah tangga, sampainya


Dalam kesempatan tersebut ia juga menyampaikan bahwa kreatifitas resep yang disajikan oleh peserta rata-rata bagus. Hanya saja yang perlu di benahi sampai Sri Handayani ada pada  porsi masakan yang disajikan untuk keluarga. Pasalnya keseimbangan komposisi zat gizi ditentukan oleh porsi makanan yang disajikan. Oleh karena itu sampainya, peserta diharapkan tidak c