Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Lahan Pertanian Menyempit, Tanam Padi Di Dalam Pot Jadi Solusi
Dilihat
463
Penulis:
2014-07-15 10:10:14




HUMASPROTOKOL, Sidoarjo - Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo - jawa Timur akan mengembangkan padi di dalam pot atau polybag untuk mengoptimalkan lahan yang terbatas terutama wilayah perkotaan.


Senin, (14/7/2014) bertempat dihalaman Pendopo Delta Wibawa Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah bersama istri Hj. Anik Saiful Ilah didampingi Wakil Bupati Sidoarjo H. MG. Hadi Sutjipto, SH, MM berserta Ibu serta Sekda Vino Rudi Muntiawan, SH juga bersama istri melakukan tanam padi didalam pot.


Didepan para penyuluh, Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh jajaranya yakni Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh yang telah menjalankan apa yang sudah pernah diinstruksikan, yaitu melakukan inovasi dibidang pertanian, terkait dengan mulai menyempitnya lahan pertanian yang ada diwilayah kabupaten Sidoarjo.


" Semoga dengan adanya inovasi dibidang pertanian dengan mengembangkan konsep tanam padi di dalam pot ini, sebagai salah satu solusi dalam membangun ketahanan pangan nasional yang telah dicanangkan oleh Presiden RI Dr. Susilo Bambang Yudhoyono saat acara Pekan Nasional ke XIV Petani Nelayan di Malang beberapa waktu lalu, dan juga menjadi solusi atau alternatif bagi warga Sidoarjo dalam menanam padi, mengingat lahan pertanian di wilayah Sidoarjo tidak terlalu luas ", ujar H. Saiful Ilah.


Terkait dengan perintah dari Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Sidoarjo Dra. Wuwuh Setyani, M. Si bersama para pegawainya melakukan inovasi dibidang pertanian, salah satunya adalah inovasi tanam padi di dalam pot.


"Saat ini, kami sudah mencoba mengembangkannya, menindaklanjuti perintah dari Bapak Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M. HUm saat hadir di acara Pekan Nasional (Penas) XIV Petani Nelayan 2014 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, Sabtu (07/06/2014) beberapa waktu lalu yang di hadiri oleh Presiden RI Dr. Susilo Bambang Yudhoyono", kata Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Sidoarjo Dra. Wuwuh Setyani, M.Si.


Ia melanjutkan, hingga saat ini Badan Ketahanan Pangan bekerja sama dengan para tenaga penyuluh terus melakukan riset perhitungan mengenai nilai ekonomisnya, berdasarkan hasil uji coba tersebut, nilai ekonomis dari padi di dalam pot tercapai kalau jumlahnya 1.000 - 1.200 pot.

Menurut dia, dalam satu pot, dapat menghasilkan satu ons sampai 1,5 ons beras.

"Kalau untuk satu hari, keperluan satu kilogram, maka panennya bisa 10 pot per hari," ujar dia.

Sedangkan panen dalam setahun dapat dilakukan tiga kali. "Sebenarnya, dengan di dalam pot atau polybag, tidak tergantung musim," kata Wuwuh.

Kebutuhan lahan untuk seribu pot atau polybag, sekitar 100 meter persegi hingga 150 meter persegi.

"Tetapi tidak harus petak, lahannya. Bisa saja di tepi pagar, atau bahkan di atap, asalkan mendapat sinar matahari," katanya menjelaskan.

Wuwuh mengatakan, daerah yang bakal menjadi sasaran untuk mengembangkan padi dalam pot itu seperti wilayah perkotaan.

"Juga untuk kawasan pertanian yang banyak buruh tani. Tetapi mereka tidak punya lahan atau sawah," katanya.

Sedangkan untuk di perkotaan, bisa memanfaatkan fasilitas umum di kompleks perumahan.

Ia mengungkapkan, ini hasil murni karya sendiri yaitu hasil penelitian yang dilakukan oleh pegawai badan ketahanan pangan dan dibantu oleh para penyuluh", tutupnya. (humas/irw).