Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Bupati Sidoarjo Tampung Aspirasi Para Petani
Dilihat
547
Penulis:
2014-05-30 03:52:50




HUMASPROTOKOL,Sidoarjo.- Berbagai aspirasi para petani Sidoarjo disampaikan kepada Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH.M,Hum, dalam Temu Wicara dan Temu Usaha Petani Dengan Pelaku Agribisnis di Desa Wilayut Kecamatan Sukodono Jum’at (30/5). Mulai dari kelangkaan pupuk, permintaan alat-alat pertanian maupun obat-obatan serta kurangnya tenaga pertanian disampaikan dalam dialog tersebut.


Sebelum dialog dilakukan, Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah yang hadir bersama Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Arh.Bambang UtomoS.Ip serta Sekdakab Sidoarjo Vino Rudy Muntiawan SH dan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sidoarjo Ir. Anik Pudji Astuti MM bersama-sama melakukan penanaman padi dipersawahan desa tersebut. Kegiatan tersebut dalam rangka penanaman dan pengolahan serentak yang akan dilakukan petani pada tanam padi musim ini.


Selain itu gerakan pengendalian tikus oleh petani bersama TNI juga dilakukan dalam kegiatan tersebut. Bupati Sidoarjo bersama Komandan Kodim (Dandim) 0816 Sidoarjo dan Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo melakukan pengasapan pada lubang tikus menggunakan alat pembasmi tikus bernama Josmo. Alat hasil kreatifitas petani dalam memberantas tikus tersebut adalah sebuah pipa besi yang dimodifikasi untuk disambungkan ke selang tabung LPG 3 Kg. Pada ujung pipa besi tersebut dibentuk seperti knalpot sebagai tempat belerang untuk dibakar.   


Usai serangkaian kegiatan dilakukan, temu wicara diselenggarakan. Para petani di Kecamatan Sukodono yang hadir tidak mensia-siakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan aspirasinya. Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah menyambut baik aspirasi yang telah disampaikan oleh para petani Sidoarjo tersebut. Kepada pejabat terkait, ia meminta aspirasi tersebut untuk segera ditindak lanjuti.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah menyampaiakan bahwa komoditi tanaman pangan khususnya padi memiliki peranan pokok sebagai pemenuhan kebutuhan pangan. Ia mengatakan kebutuhan pangan terutama padi setiap tahunnya cenderung meningkat. Hal tersebut seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan berkembangnya industri pangan. Sehingga padi menjadi amat penting dan strategis fungsinya karena merupakan makanan pokok yang berperan untuk memenuhi kebutuhan pokok karbohidrat masyarakat.


Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah menyampaikan bahwa kebijakan pangan harus menuju kemandirian pangan. Apapun harus diproduksi dalam negeri dan dipastikan bahwa stok beras nasional maupun daerah harus cukup memadai dan terkelola dengan baik. Hal tersebut sesuai dengan instruksi Presiden yang berimplementasi produksi beras dalam negeri harus mampu menyediakan surplus beras nasional 10 juta ton beras dalam kurun waktu tahun 2011- 2015, termasuk cadangan beras pemerintah minimal 2,5 juta ton.


Selain itu Gerakan Melawan Hama yang dicanangkan presiden lanjut bupati Sidoarjo untuk terus dilakukan. Pasalnya tujuan gerakan tersebut adalah untuk mendorong masyarakat petani dan masyarakat luas berpartisipasi langsung dalam pengamanan produksi padi secara serentak dalam areal yang luas dan terkoordinasi. Melalui gerakan tersebut ia berharap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)  tidak dapat berkembang luas.  Agar OPT dapat dikendalikan H. Saiful Ilah meminta gerakan SPOT, STOP dilakukan. Yakni SPOT adalah titik dimana gejala awal atau sumber serangan OPT yang akan berkembang dapat segera diketahui. Dan  STOP adalah upaya untuk menghentikan dan mengendalikan perkembangan serangan OPT dengan cara PHT (Pengendalian Hama Terpadu).


Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sidoarjo Anik Pudji Astuti mengatakan bahwa dilakukan temu wicara tersebut bertujuan untuk mengetahui permasalahan di lapang yang terjadi pada petani di Sidoarjo. Hal tersebut ucap Anik sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam merespon untuk segera mengambil langkah penyelesaiannya. Sedangkan gerakan pengendalian tikus yang telah dilakukan bupati Sidoarjo harap Anik untuk dapat diikuti oleh petani yang ada di Sidoarjo. Dengan begitu sampai Anik, OPT di Kabupaten Sidoarjo dapat terkendali dan terpantau secara dini.


Dalam kesempatan tersebut bantuan benih padi oleh Kabupaten Sidoarjo diserahkan oleh bupati Sidoarjo kepada petani desa tersebut. Tidak hanya itu, bantuan  hand traktor sesuai permintaan petani Sidoarjo juga diserahkan oleh bupati Sidoarjo. Selain itu, dua ekor burung hantu dalam kesempatan tersebut juga menjadi bantuan yang diserahkan oleh Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah. (humas/git)