Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Deklarasikan Kabupaten Pendidikan Inklusif, Kabupaten Sidoarjo Raih Penghargaan
Dilihat
730
Penulis:
2013-01-27 09:10:01




HUMASPROTOKOL,Sidoarjo.- Penghargaan Sebagai Pelopor Pembudayaan Pendidikan Inklusif di Indonesia dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI diberikan kepada Kabupaten Sidoarjo. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA kepada Bupati  Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,M.Hum dalam kegiatan Deklarasi Kabupaten Pendidikan Inklusif Pemerintah Kabupaten Sidoarjo,kemarin, Sabtu (26/1) di Ballroom Madina Hotel Utami Sidoarjo.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dalam kesempatan tersebut menyampaikan penghargaan dan apresiasinya terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Sidoarjo. Ia  mengucapkan terimakasih atas komitmennya yang besar yang telah ditunjukkan oleh Kabupaten Sidoarjo dalam mengembangkan pendidikan di daerahnya.

Kami sangat bergembira dan memberikan dukungan penuh terhadap Sidoarjo yang telah mendeklarasikan sebagai kabupaten pendidikan inklusif. Dan Kabupaten Sidoarjo sebagai leadership, sebagai pemimpin pendidikan inklusif, sampainya.

Dalam kesempatan tersebut M. Nuh mengatakan bahwa dalam dunia pendidikan inklusif tidak ada lagi perbedaan bagi anak-anak untuk menikmati pendidikan. Siapa saja memiliki hak dan kesempatan haruslah di tampung tanpa harus di berlakukan secara berbeda. Baik itu berbeda secara fisik maupun financial.

Dan Sidoarjo menjadi garda terdepan untuk pendidikan inklusif, ujarnya lagi.

Sementara itu Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah  SH,M.Hum dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pendidikan inklusif merupakan suatu pendekatan pendidikan yang inovatif dan strategis untuk memperluas akses pendidikan bagi semua anak berkebutuhan khusus. Termasuk anak penyandang cacat.

Dalam konteks yang lebih luas ujar bupati Sidoarjo tersebut, pendidikan inklusi juga dapat dimaknai sebagai satu bentuk reformasi pendidikan yang menekankan sikap anti diskriminasi, perjuangan, persamaan hak dan kesempatan, keadilan, dan perluasan akses pendidikan bagi semua. Ini merupakan upaya strategis dalam menuntaskan wajib belajar 9 tahun, serta upaya merubah sikap masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus, sampainya.

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, mengatakan bahwa dengan adanya deklarasi Kabupaten Pendidikan Inklusif tersebut, peserta didik dengan kebutuhan khusus (Anak Berkebutuhan Khusus) tertentu dapat belajar bersama dengan anak normal di sekolah reguler. Dan dalam proses pembelajaran di sekolah reguler tersebut, nantinya anak berkebutuhan khusus akan didampingi oleh Guru Pembimbing Khusus.

Program pendidikan semacam ini disebut dengan program pendidikan inklusif, ujar Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah.

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah mengungkapkan bahwa saat ini di Kabupaten Sidoarjo terdapat  134 lembaga penyelenggara pendidikan inklusif. Diantaranya terdiri dari 17 lembaga Kelompok Bermain, 24 Taman Kanak Kanak, 1 Roudhlatul Atfhfal, 65 Sekolah Dasar, 25 Sekolah Menengah Pertama dan 2 Sekolah Menengah Atas. Lembaga penyelenggara pendidikan inklusif tersebut ungkap bupati Sidoarjo yang kerap dipanggil dengan Abah tersebut telah melayani sebanyak 469 siswa berkebutuhan khusus dengan didampingi 31 Guru Pembimbing Khusus.

Pendidikan inklusif ini sudah menjadi kebutuhan, karena pendidikan inklusi merupakan upaya mempercepat peningkatan pendidikan untuk semua, tekannya.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. Saifullah Yusuf yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, S.H, M.Hum menaruh apresiasi setinggi-tingginya terhadap deklarasi Kabupaten Pendidikan Inklusif yang dilakukan oleh Kabupaten Sidoarjo. Pasalnya pendeklarasian Kabupaten Pendidikan Inklusif semacam ini merupakan satu-satunya dan pertama kali dilakukan oleh kabupaten atau kota yang ada di Jawa Timur.

Untuk itu pak gubernur (Gubernur Jawa Timur H. Soekarwo) mengucapkan selamat, memang Pak Saiful (Bupati Sidoarjo) ini selama jadi bupati telah mengukir sejumlah prestasi, diantaranya adalah kepeduliannya terhadap pendidikan yang ditujukan kepada saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus, sampainya.

Wakil Gubernur Jawa Timur yang kerap di panggil Gus Ipul tersebut juga mengungkapkan bahwa di Jawa Timur sendiri ada 393 lembaga yang memberikan pelayanan kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Termasuk 134 lembaga pendidikan di Sidoarjo yang terdapat program pendidikan inklusif.

Ada sebanyak 8.453 anak  berkebutuhan khusus yang mendapatkan pendidikan inklusif di 393 lembaga di Jawa Timur tersebut. Mereka (Anak Berkebutuhan Khusus) tersebut tersebar di 25 kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur.

Jadi memang belum semua kabupaten dan kota yang ada di Jawa Timur ini bisa memberikan pelayanan kepada mereka yang berkebutuhan khusus. Dan inilah hebatnya Kabupaten Sidoarjo dan mudah-mudahan ini m