Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Sosialisasikan Deteksi Dan Intervensi Dini Terhadap ABK
Dilihat
450
Penulis:
2014-05-14 03:37:18




HUMASPROTOKOL,Sidoarjo.- Tim Penggerak-PKK Kabupaten Sidoarjo Sosialisasikan Deteksi Dan Intervensi Dini Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Rabu (14/5) di Pendopo Delta Nugraha Sidoarjo. Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, sosialisasi tersebut diberikan kepada anggota TP-PKK se Kabupaten Sidoarjo serta kepala sekolah dan guru kelompok bermain dan TK se Kabupaten Sidoarjo.


Nara sumber  dari UPTD Pelayanan Anak Tuna Rungu, Tuna Wicara dan Autis Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo dihadirkan dalam sosialisasi yang dibuka oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Ny.Hj. Anik Saiful Ilah. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo Drs. Mustain M.Pd hadir dalam kesempatan tersebut.


Dalam sambutannya Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Ny.Hj. Anik Saiful Ilah mengatakan bahwa sosialisasi tersebut diberikan untuk memberikan pemahaman tentang cara mendeteksi dan intervensi dini terhadap anak tuna rungu, tuna wicara dan anak dengan autis. Ia berharap kepada peserta yang hadir, akan mendapatkan ilmu pengetahuan terkait cara mendeteksi dini anak-anak yang kemungkinan terganggu pendengarannya yang berakibat pada gangguan wicaranya. Selain itu, pemahaman deteksi dini terhadap anak dengan autis juga disampaikan dalam kesempatan tersebut.


Serta kita juga akan mendapat ilmu tentang upaya-upaya yang seharusnya kita lakukan apabila anak-anak di lingkungan kita ada yang mengalami hal seperti itu, sampainya.


Untuk itu dalam kesempatan tersebut, Ny.Hj. Anik Saiful Ilah mengajak kepada seluruh kader PKK dapat berperan aktif menerapkan ilmu yang diperolehnya melalui kegiatan Taman Posyandu. Begitu pula dengan kepala sekolah serta guru Kelompok bermain dan Taman Kanak-Kanak di Sidoarjo yang ada. Istri dari Bupati Sidoarjo H. SaifulIlah SH.M,Hum tersebut berharap deteksi dini terhadap gejala ABK dapat dilakukan oleh para pendidik terhadap peserta didiknya. Hal tersebut sampainya sebagai upaya preventif terhadap semua gangguan apabila mengetahui gejala seperti itu.


Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo Drs. Mustain yang hadir menyampaikan bahwa pelayanan pendidikan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus sudah dilakukan Kabupaten Sidoarjo dengan baik. Oleh sebab itu Kabupaten Sidoarjo berani mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Pendidikan Inklusif. Hal tersebut juga di buktikan dengan diraihnya penghargaan Inclusive Education  Award dari menteri Pendidikan dan Kebudayaan R.I tahun lalu.


Drs. Mustain mengatakan bahwa ada 149 lembaga sekolah penyelenggara pendidikan inklusif. Lembaga sekolah yang menerima anak-anak berkebutuhan khusus tersebut mulai dari Play Group/TK sampai SMA.  


Kalau dulu sulit mencari sekolah-sekolah seperti itu susah, sekarang mudah di Sidoarjo, sampainya.


Untuk membuktikan komitmennya terhadap kepedulian ABK yang ada, sampai Mustain, Kabupaten Sidoarjo juga telah mendirikan UPTD Pelayanan Anak Tuna Rungu, Tuna Wicara dan Autis (Paturtuwa). Selain itu, Autis Center juga akan dibangun Pemkab Sidoarjo untuk lebih meningkatkan pelayanan terhadap ABK.


Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga telah mengirimkan tenaga pendidiknya ke Australia Barat untuk menimbah ilmu di sana, sampainya. (humas/git)