Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Melalui P3M, IUWASH ajak Masyarakat Terlibat Dalam Pembangunan Air, Sanitasi dan Kebersihan Kota
Dilihat
444
Penulis:
2014-03-05 02:16:14




HUMASPROTOKOL, Sidoarjo - Program yang digagas oleh IUWASH (Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene) adalah program air, sanitasi dan kebersihan perkotaan Indonesia yang berdurasi selama lima tahun, didanai oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau U.S. Agency for International Development (USAID). IUWAS akan menggandeng Pusat Pelayanan Pengaduan Masyarakat (P3M) kabupaten Sidoarjo dalam memaksimalkan peran keterlibatan warga dalam program ini, kamis, 5/3/2014.


Program air, sanitasi dan kebersihan kota rencananya akan berjalan dikabupatan Sidoarjo selama 5 (lima) bulan, untuk itu IUWASH melalui perwakilannya "Prima Kinerja Konsultan" selaku konsultan yang ditunjuk oleh IUWASH  bekerjasama menggandeng P3M, hal ini dilakukan mengingat peran P3M sangat penting sebagai wadah informasi maupun komunikasi antara pemerintah kabupaten Sidoarjo dengan masyarakat Sidoarjo.


Menurut Wahyu, perwakilan dari IUWASH, " program ini dilakukan dalam upaya membantu pemerintah Indonesia meraih kemajuan untuk mencapai target Millenium Development Goals (MDGs) melalui perluasan akses terhadap air minum dan layanan sanitasi yang aman. Mengembangkan akses layanan air dan sanitasi untuk masyarakat miskin kota di Indonesia, khususnya mereka yang memiliki akses sangat terbatas terhadap kedua layanan tersebut adalah tujuan utama", terang Wahyu.


Sementara itu, menurut Kasubbag Pusat Pelayanan Pengaduan Masyarakat (P3M) Kabupaten Sidoarjo Muhammad Rofiq, S. Sos, tawaran kerjasama dari IUWASH direspon positif, mengingat program tersebut ada kesesuain dengan salah satu program pemerintah kabupaten dalam pengembangan air bersih.


" Kita akan mengundang pihak-pihak terkait apabila kerjasama ini nanti akan dijalankan, seperti PDAM, Dinas Pengairan, Bappeda dan dinas-dinas lain yang terkait dengan program ini, namun P3M belum bisa memutuskan sekarang karena Kabag Humas dan Protokol H. Machmudi Alie, SH sebagai pejabat yang berwenang mengambil keputusan masih tugas kerja di Jakarta", terang Muhammad Rofiq, S. Sos.


Target dari program ini sendiri antara lain, harapannya orang yang tinggal di perkotaan mendapatkan akses layanan air minum yang aman, orang yang tinggal di perkotaan mendapatkan akses sanitasi yang layak,  dan biaya air per unit yang dikeluarkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah dapat diturunkan paling tidak 20%.  Untuk mencapai tujuan di atas, program bantuan teknis ini dibagi menjadi tiga komponen utama yaitu, peningkatan kebutuhan, meningkatkan kapasitas pelayanan, dan lingkungan pendukung (kebijakan, tata kelola pemerintahan, komitmen politik dan alternatif pendanaan).(humas/irw).