Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Kabupaten Sidoarjo Kembali Raih Juara Umum Investment Award Provinsi Jawa Timur
Dilihat
296
Penulis:
2014-01-23 04:12:16




HUMASPROTOKOL,Sidoarjo.- Tiga kali berturut-turut Kabupaten Sidoarjo  raih  juara umum  penghargaan Investment Award Provinsi Jawa Timur. Tadi pagi, Kamis (23/1) penghargaan Investment Award Provinsi Jawa Timur 2013 diterima Bupati Sidoarjo H.Saiful Ilah S,M.Hum dari Gubernur Jawa Timur H. Soekarwo di Gedung Negara Grahadi Surabaya.


Bupati Sidoarjo H.Saiful Ilah sanggat bangga Kabupaten Sidoarjo dinobatkan sebagai  Juara Umum Tingkat Utama penghargaan Investment Award Provinsi Jawa Timur untuk yang ketiga kalinya. Hal tersebut sampai bupati Sidoarjo membuktikan bahwa kinerja pelaksanaan pelayanan penanaman modal Pemerintah  Kabupaten Sidoarjo sangat bagus.


Selain itu, ungkap bupati Sidoarjo, banyak faktor penilaan yang menjadi sebab penghargaan bergensi tersebut kembali diraih Kabupaten Sidoarjo. Seperti pada infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo yang dianggap baik dan mudah. Begitu juga dengan masalah perijinan. Bupati Sidoarjo H.Saiful Ilah mengatakan permohonan perijinan di Kabupaten Sidoarjo sangatlah mudah dan singkat. Cukup satu hari selesai asalkan semua persyaratan dipenuhi oleh pemohon. Dan tidak kalah pentingnya lanjut H. Saiful Ilah, faktor keamanan menjadi salah satu pertimbangan para pengusaha banyak berinvestasi di Sidoarjo.


Perijinan di Kabupaten Sidoarjo tidak bertele-tele, sampainya.


Dalam kesempatan tersebut H. Saiful Ilah juga mengatakan bahwa kembali diraihnya penghargaan Investment Award Provinsi Jawa Timur terebut juga sebagai pembuktian bahwa semburan lumpur Lapindo tidak menghalangi investor berinvestasi di Sidoarjo. Ia mengatakan, memang pada awal-awal bencana lumpur terjadi, nilai investasi di Kabupaten Sidoarjo sempat merosot. Hal tersebut disebabkan informasi tentang bencana lumpur yang salah. Informasi diluar menganggap Kabupaten Sidoarjo tenggelam karena lumpur. Padahal area terdampak tidak sampai 1% dari luasan Kabupaten Sidoarjo.  


Bahkan pemberi modal pinjaman seperti Bank takut untuk menucurkan dananya karena menganggap Sidoarjo tidak aman untuk berinvestasi, sampainya.


Sementara itu Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Sidoarjo Drs. Achmad Zaini MM yang mendampingi bupati Sidoarjo mengatakan bahwa realisasi  investasi di Kabupaten Sidoarjo ditahun 2013 mencapai 10 triliyun. Tepatnya Rp. 10.998.321.020.639 lebih rendah dibandingkan di tahun 2012 lalu yang mencapai Rp. 15.678.201.769.488. Hal tersebut ungkap Zaini disebabkan banyak faktor. Seperti faktor iklim berinvestasi yang secara nasional tidak mengntungkan untuk melakukannya.


Akan tetapi ujar mantan kepala pelaksana BPBD Sidoarjo tersebut realisasi investasi mulai tahun 2010 sampai 2012 peningkatannya sangat tajam. Di dua tahun tersebut, hampir setengah peningkatannya. Mulai tahun 2010, realisasi investasi sebesar Rp. 4.843.061.501.448 menjadi Rp. 9.317.069.917.627 ditahun 2011. Ditahun 2012 meningkat lagi menjadi Rp. 15 triliyun.


Seiring dengan realisasi investasi,  jumlah perizinan yang masuk ditahun ini 2013 juga mengalami penurunan bila dibandingkan tahun 2012. Di tahun 2012 jumlah izin di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 13.779 menurun menjadi 12,191 atau turun sebesar 29,85% ditahun 2013.


Tetapi di tahun 2010 sampai 2012, jumlah izin yang masuk di Sidoarjo terus menglami peningkatan. 12.865 jumlah izin ditahun 2010 meningkat menjadi 13.573 atau meningkat sebesar 42,38% ditahun 2011.  Ditahun 2011 ke tahun 2012 meningkat sebesar 68,27% atau sebanyak 13.779 jumlah izin yang masuk pada tahun itu. Mengetahui hal itu, Zaini berharap ditahun ini akan ada peningkatan jumlah investasi seiring dengan izin yang dikeluarkannya. Untuk itu tahun 2014 ini pihaknya sudah menyiapkan beberapa strategi untuk meningkatkan PAD melalui perizinan-perizinan yang ada.


Dalam kesempatan tersebut Drs. Achmad Zaini MM mengatakan bahwa juara umum yang  diraih Kabupaten SIdoarjo secara berturut-turut menjadikan Kabupaten SIdoarjo tidak dapat mengikuti lomba tersebut tahun ini. Sebagai gantinya, Kabupaten SIdoarjo akan mengikuti lomba serupa di tingkat nasional.


Karena berturut-turut, secara regulasi tahun ini Sidoarjo tidak ikut dalam kompetisi yang akan datang di tingkat provinsi, tapi tahun ini kami akan ikut di tingkat nasional, sampainya. (humas/git)