Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Bandeng 8,26 Kg Menjadi Yang Terberat Dalam Lelang Bandeng 2014
Dilihat
330
Penulis:
2014-01-16 09:21:20




HUMASPROTOKOL,Sidoarjo.- 4 bandeng kawak yang akan diikutkan dalam lelang bandeng tradisional nanti malam di Alun-alun Sidoarjo di lakukan penimbangan, Rabu (15/1).  Bandeng milik H. Suliono menjadi yang terberat sekaligus pemenang pertama dalam penimbangan yang dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sidoarjo. Bandeng kawak berusia 9 tahun Sidoarjo tersebut mencapai berat 8,26 kg  dengan panjang 93 cm. Bandeng milik warga Desa Candi Jaya Kecamatan Candi  yang dibesarkan di tambak Kalikajang Desa Gebang Kecamatan Sidoarjo mencapai lebar 22,3 cm.


Wakil Bupati Sidoarjo H.MG Hadi Sutjipto SH,MM hadir menyaksikan lelang bandeng kawak tersebut. Ia menyampaikan terimakasihnya kepada petani tambak yang mendukung terselenggaranya lelang bandeng tradisional tahunan tersebut. Pasalnya tanpa dukungan tersebut  lelang bandeng tradisional dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad S.A.W dan juga hari jadi Kabupaten Sidoarjo ke 155 tahun tidak akan terselenggara.


Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Sidoarjo H.MG Hadi Sutjipto menceritakan awal mula diselenggarakan lelang bandeng tradisional di Kabupaten Sidoarjo. Ia mengatakan tradisi lelang bandeng tradisional di Kabupaten Sidoarjo ada sejak dijabat Bupati R.H. Samadikoen. Di tahun 1962, Bupati Sidoarjo R.H. Samadikoen mempunyai prakarsa untuk menyelenggarakan kegiatan lelang bandeng tradisional. Tujuannya sampai H. MG Hadi Sutjipto tak  lain adalah  untuk membantu para petani tambak bagaimana memelihara bandeng dengan baik.


Selain itu, lelang bandeng tradisional pada awal mulanya di selenggarakan bertujuan menghimpun dana untuk kepentingan sosial. Seperti pembangunan tempat ibadah serta kepentingan-kepentingan sosial lainnya. Dan sekarang lanjut Wakil Bupati Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto, tujuan dari diselenggarakannya lelang bandeng tradisional dari tahun-ketahun berkembang dengan baik. Petani tambak dapat memelihara bandengnya dengan bagus sekaligus membantu pemerintah daerah mensukseskan kegiatan tersebut setiap tahunnya.


Dan Alhamdulillah saat ini lelang bandeng tradisional juga masuk agenda wisata Jawa Timur, sampainya.


Dalam perjalanannya, kegiatan lelang bandeng tradisional di Sidoarjo ungkap Wakil bupati Sidoarjo mengalami pasang surut. Pada saaat musibah bencana lumpur dan juga krisis moneter, lelang bandeng sempat terhenti. Tetapi setelah itu diselenggarakan lagi namun bukan bernama lelang bandeng tardisional melainkan festival bandeng kawak.


Dan baru tahun 2012 kemarin, sesuai janjinya Bapak Bupati Pak Saiful Ilah dengan saya waktu kampanye dulu diminta oleh masyarakat supaya menghidupkan kembali lelang bandeng tradisional yang sudah mengagenda di Jawa Timur untuk kepentingan pariwisata, sampainya.


Dihidupkannya lagi lelang bandeng tradisional sampai H. MG Hadi Sutjipto mendapatkan respon yang luar biasa dari donatur. Dana yang terkumpul mengalami peningkatan. Tahun 2013 lalu dana yang terkumpul meningkat dari tahun 2012. Dana yang diperoleh pada lelang bandeng tradisional 2013 lalu mencapai 479 juta. Dan dana hasil lelang bandeng tradisional tersebut sampai wakil bupati Sidoarjo murni untuk kepentingan sosial.


Dan mudah-mudahan tahun ini lebih sukses lagi dan kegiatannya makin berkembang dengan baik. harapnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sidoarjo Ir. Muhammad Sholeh M,Si mengatakan peserta lelang bandeng tradisional didapat dari hasil survei kepembudidaya ikan bandeng yang ada di Sidoarjo. Selanjutnya pemirikan dilakukan untuk mengetahui calon bandeng unggulan untuk diikutkan lelang bandeng tradisional.


Ia mengatakan, ada syarat yang harus dipenuhi peserta lelang bandeng tradisional untuk dapat mengikutsertakan bandengnya. Pertama bandeng tersebut harus benar-benar berasal dari kabupaten Sidoarjo. Selain sebagai upaya untuk melestarikan budidaya bandeng kawak, yang lebih penting lagi ucap Sholeh adalah unsur pembinaan petani tambak di Kabupaten Sidoarjo.


Kedua, sisik ikan bandeng dalam kondisi utuh meskipun hal tersebut sampai Sholeh sangat sulit dipenuhi. Dan yang terakhir adalah tidak cacat tubuh. Penentuan pemenang bandeng sendiri adalah pada berat yang tidak memandang umur, sampainya. (humas/git)