Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Kabupaten Sidoarjo Kategori Wilayah Tahan Pangan
Dilihat
387
Penulis: Super Admin
2013-09-19 12:11:48




HUMASPROTOKOL,Sidoarjo.- Meskipun lahan pertanian di Kabupaten Sidoarjo semakin menyusut, tidak menjadikan Kabupaten Sidoarjo sebagai wilayah rawan pangan. Menurut hasil studi Badan Katahanan Pangan Propinsi Jawa Timur tahun 2012, Kabupaten Sidoarjo termasuk wilayah tahan pangan.


Kondisi tersebut didukung oleh hasil kajian pola konsumsi penduduk Kabupaten Sidoarjo Sidoarjo tahun 2012. Rata-rata tingkat konsumsi energi penduduk di Kabupaten Sidoarjo sebesar 1.964 kilo-kalori/kapita/hari atau 98,25% dari kecukupan energi ideal, yakni 2.000 kilo-kalori/kapita/hari. Sehingga Kabupaten Sidoarjo termasuk dalam kategori wilayah tahan pangan.


Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,M.Hum dalam sambutannya sewaktu membuka seminar Peta Rawan Pangan kemarin, Selasa (17/9) di Hotel Delta Sinar Mayang Sidoarjo. Ia mengatakan bahwa walaupun Kabupaten Sidoarjo dinyatakan dalam kondisi tahan pangan, namun tidak boleh terlena.


Untuk itu di tahun 2013 ini sampainya, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah menyusun peta rawan pangan dengan unit analisa tingkat kecamatan. Dengan disusunnya peta tersebut ujar  H. Saiful Ilah, Kabupaten Sidoarjo dapat mempersiapkan diri bila suatu saat terjadi bencana. Selain itu lanjut bupati Sidoarjo, peta tersebut dapat dijadikan patokan pemerintah maupun steakholder terkait dalam membuat target dan prioritas pembangunan.


Untuk itu dalam kesempatan tersebut Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah berharap kepada semua peserta seminar, untuk berperan aktif dalam menangani masalah pangan dan gizi. Serta pula dapat menyediakan informasi secara terus-menerus sehingga dapat mengantisipasi jika terjadi masalah pangan dan gizi.


Diakhir sambutannya ia menghimbau kepada masyarakat seluruh Sidoarjo agar lebih giat memanfaatkan lahan-lahan yang tersedia. Termasuk lahan pekarangan untuk ditanami berbagai tanaman pangan maupun Toga (Tanaman Obat Keluarga). Sehingga ucap mantan bupati Sidoarjo dua periode tersebut, ketersedian dan kebutuhan pangan anggota keluarga dapat terpenuhi.


Sementara itu Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Sidoarjo Dra. Wuwuh Setiani M.Si mengatakan bahwa Kabupaten Sidoarjo tidak pernah mengalami kondisi rawan pangan. Hal tersebut disebabkan oleh akses perekonomian yang begitu mudah untuk sampai ke Sidoarjo. Dengan begitu ujar Wuwuh, kabupaten manapun bisa dengan muda masuk untuk memasarkan komoditinya.


  Seperti Kota Metropolis Surabaya dan Kota Metropolis Jakarta, mereka tidak punya lahan sawah tapi tidak kekurangan beras dan sebagainya karena itu daerah pemasaran, sampainya

Akan tetapi lanjut Dra. Wuwuh Setiani, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tidak serta merta bergantung dari kabupaten lain dalam mencukupi kebutuhan pangan masyarakatnya. Meskipun dengan lahan yang sempit, ujarnya, dengan intensifikasi diharapkan tingkat produktifitasnya tinggi. Sehingga Kabupaten Sidoarjo bisa mencukupi kebutuhan pangannya secara mandiri.


Harapan kita, meskipun di Sidoarjo ini daerah pemasaran, dengan lahan yang sempit, produktifitasnya diharapkan tetap tinggi dan tentunya  didukung dengan data yang akurat, sampainya.


Oleh karena itu, peta rawan pangan tersebut ucap Wuwuh sangatlah penting dibuat. Dengan adanya peta rawan pangan tersebut lanjutnya, Pemkab Sidoarjo bisa mengamankan pangan masyarakat sampai tingkat rumah tangga.  Serta juga bisa menyediakan ketersediaan pangan yang cukup.


Harapan kedepan kita lebih dapat memotret lebih detail apakah di Sidoarjo ini masih ada rawan pangan, ujarnya.


Untuk itu melalui peta rawan pangan tersebut sampai Wuwuh, intervensi program kegiatan yang tepat sasaran bisa tercapai. Dengan di lakukannya pemetaan, pemerintah bisa memprogramkan satu kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada di masyarakat.  


Dari data yang akurat kita bisa memprogramkan program dan kegiatan yang tepat sasaran, harapan kita kesana, sampainya.


Dalam seminar tersebut, dua narasumber dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya Malang di hadirkan. DR. Teti Estiasih stp,mp serta Tatiek Koerniawati sp,mp dalam kesempatan tersebut menyampaikan kajian tentang pembuatan peta rawan pangan di Kabupaten Sidoarjo kepada para penyuluh yang berada di kecamatan maupun dinas serta badan.(humas/git)