Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Penyaluran Dana Zakat Infaq dan Shodaqoh Harus Tepat Sasaran
Dilihat
54
Penulis: Bidang Informasi Publik
16-05-2018




KOMINFO, SIDOARJO - Guna mewujudkan program dalam pengelolaan zakat serta mewujudkan peranan Baznas dalam pengelolaan zakat, Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan Sosualisasi Zakat bagi Pengumpul Zakat, Selasa (15/5) di ruang Delta Karya Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo. 

Ketua Baznas Kabupaten Sidoarjo H. Vino Rudy Muntiawan, SH, menyampaikan kegiatan sosialisasi juga bertujuan  untuk  meningkatkan silaturrahmi antar badan pengumpul zakat kabupaten yang ada di dinas/instansi kabupaten sidoarjo unit pengumpul zakat Kecamatan, unit pengumpul zakat KUA,  unit pengumpul zakat puskesmas serta satker Kementerian Agama Sidoarjo.

“ Keberadaan Amil Zakat Nasional di Kabupaten Sidoarjo sebagai pengelola zakat infaq dan sodaqoh yang di bentuk oleh Pemerintah tentunya di tuntut memiliki program-program kerja yang aktif maupun terarah dalam pemberdayaan ekonomi umat dan kesejahteraan masyarakat. Zakat merupakan salah satu ibadah dalam ajaran islam yang memiliki dimensi sosial tinggi, karena zakat berfunsi sebagai sarana terwujudnya solidaritas sosial , pengatasan kemiskinan, pembiayaan pendidikan, serta permasalahan sosial lainnya, untuk itu potensi masyarakat melaui zakat diupayan dapat digalang dan dikembangkan serta dikelola secara professional, amanah dan transparan”. Ujar mantan sekda Kabupaten Sidoarjo.

Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin membuka secara resmi kegiatan ini, Cak Nur menghimbau agar mobilisasi dana zakat harus berbanding lurus dengan peningkatan jumlah orang miskin yang tertolong kehidupannya. Pengelolaan zakat harus memenuhi aspek akuntabulitas yang dibuktikan dengan hasil audit syariah oleh karena itu baznas dan semua pengelola zakat wajib mengupayakan kemudahan akses bagi orang miskin terhadap dana zakat, infaq dan sodaqoh. Hal ini harus menjadi ruh dan spirit pengelolaan zakat yang dikembangkan Baznas dan semua lembaga pengelola zakat.

Pada Kegiatan ini  diikuti oleh Peserta Dinas/instansi BUMD, perbankan, kecamatan  se kabupaten Sidoarjo se sebanyak 138 0rang Cak Nur juga menyampaikan disamping sebagai koordinator, juga sebagai penghimpun dan pendistribusian dana zakat, lembaga ini harus membuat standart, norma dan prosedur sebagai acuan bagi semua lembaga pengelola zakat dan unit pengumpul zakat dibawah naungan Baznas. Hal ini pentingnya singkronisasi dan integrasi sistem informasi pengelolaan zakat, mengingat bahwa lembaga zakat di Kabupaten Sidoarjo telah banyak bermunculan sehingga perlu dikoordinasikan dengan sebaik-baiknya.

“ Baznas sebagai pemegang otoritas operasional perzakatan agar memerankan diri sebagai lokomotif penarik gerbong perzakatan di Sidoarjo kearah tujuan yang dicita-citakan. Pengelolaan zakat harus bisa dipertanggung jawabkan dengan sebaik-baiknya, mulai dari pengumpulan, pengelolaan keuangan, pendistribusian dan pendayagunaan serta nilai kemanfaatan. Pengelolaan yang harus benar-benar professional dan sesuai dengan syariat agama dimana profesional itu dalam arti bisa dipertanggung jawabkan sedangkan sesuai dengan syariat itu berarti pengelolaan yang benar dan penerima sudah di rencanakan dengan baik.”imbuh Cak Nur

Pada Akhir sambutannya Wakil Bupati juga menyampaikan kalau anggaran yang dikelola Baznas Kabupaten Sidoarjo lebih kecil dibanding daerah tetangga yaitu Gresik dan Mojokerjo, yakni se besar 2 milyar rupiah, untuk itu bersama Bupati Sidoarjo dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo akan berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan lagi jumlah anggaran yang bisa di kelolah Baznas Kabupaten Sidoarjo  agar bisa lebih bnyak lagi sasaran yang bisa tercukupi. (yayuk/kominfo)