Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Kenangan Abah Saiful dengan KH. Sholeh Qosim Ngelom
Dilihat
51
Penulis: Bidang Informasi Publik
14-05-2018




KOMINFO, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo Saiful Ilah bersama dengan rombongan pejabat Pemkab Sidoarjo takziah ke makam KH. Sholeh Qosim, Ngelom Sepanjang Taman, Jum’at (11/5).

Tiba depan pintu masuk Pesantren Baha’udin Ngelom, Abah Saiful sapaan akrab Bupati Sidoarjo langsung menuju tempat pemakaman yang berada di samping masjid Baha’udin, bersama dengan pajabat lain, Abah Saiful berdoa didepan makam KH. Sholeh Qosim yang baru saja dimakamkan.

Meninggalnya Kyai sepuh Sidoarjo membuat Abah Saiful merasa kehilangan, pasalnya bupati yang dikenal sangat dekat dengan ulama ini termasuk dengan almarhum KH. Sholeh Qosim memiliki kenangan tersendiri.

Salah satu Kyai yang merestui dirinya jadi Bupati adalah almarhum KH. Sholeh Qosim. “ sosok Kyai Sholeh Qosim merupakan ulama kharismatik di Sidoarjo yang patut kita diteladani bersama, salah satu contohnya, beliau ini orangnya istiqomah, meski usianya sudah sepuh namun semangat dakwahnya membuat malu kita yang masih jauh dibanding usia beliau, beliau salah satu Kyai yang mengajar rutin di Masjid Al Abror Kauman“ kenang Abah Saiful.

Bupati dua periode ini teringat masa waktu itu, dirinya didorong oleh tokoh Kyai NU untuk maju memimpin Sidoarjo, “waktu itu tahun 2000, awal reformasi, salah satu Kyai yang merestui saya maju di sebagai calon bupati ya beliau almarhum KH. Sholeh Qosim” ungkap Abah Saiful.

“Sosok sederhana dari almarhum patut kita diteladani bersama, semoga keluarga yang ditinggalkan tabah, beliau orang baik, meninggal nya dalam keadaan baik,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, KH. Sholeh Qosim meninggal hari kamis petang, (10/5) dan baru dimakamkan hari ini ba’da sholat Jum’at. Diketahui almarhum saat menjalankan sholat maghrib dirumahnya, waktu sujud tidak bergerak, kemudian oleh keluarga dibawa ke dokter untuk diperiksa.

“ Romo KH Soleh Qosim tak kunjung beranjak dari tempat salat sehingga Tholiah bibi Gus Mif berusaha masuk ke kamar untuk melihat.  “Saat ditemukan, almarhum wafat dalam posisi sujud,” ujar cucu Gus Miftah KH Sholeh Qosim.

Oleh pihak keluarga, lanjut Gus Mif, almarhum kemudian dibawa ke dokter untuk memastikan kondisi almarhum. “Kami atas nama keluarga besar KH Sholeh Qosim dan Ponpes Al Ismailiyah Ngelom Sepanjang Sidoarjo mohon maaf yang sebesar-besarnya jika almarhum memiliki khilaf dan salah,” imbuhnya.

Almarhum Kiai Sholeh Qosim merupakan bagian dari pasukan Barisan Hizbullah dan Laskar Sabilillah di zaman revolusi kemerdekaan. Masa muda beliau dahulu turut merasakan kerasnya perjuangan laskar Sabilillah melawan kolonial.

Barisan Hizbullah dan Laskar Sabilillah adalah milisi santri yang begitu berani dan sangat ditakuti kaum penjajah Belanda dan Jepang. (ir/kominfo).