Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Warga Kompak Bersihkan Sampah, Cak Nur Ingatkan Warga Jangan Lagi Buang Sampah di Sungai
Dilihat
61
Penulis: Bidang Informasi Publik
30-04-2018




KOMINFO, Sidoarjo - Puluhan warga desa Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin kompak ikut bersihkan sungai dari kotoran sampah. Mulai dari kepala desa hingga tokoh masyarakat antusias kerjabakti menyingkirkan sampah yang ada di sungai belakang KUD desa Kedungbanteng, Sabtu, (28/4).

Setiap hari Sabtu dan minggu dinas PU PR kabupaten Sidoarjo keliling ke kelurahan dan desa-desa mengajak masyarakat untuk peduli sungai. 

Menurut Kepala Dinas PU PR Sigit Setyawan, tanpa adanya  kepedulian dari masyarakat, maka akan sulit mewujudkan sungai yang bersih dari sampah. Dirinya berharap lewat program peduli sungai bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai dari sampah.

Sigit menambahkan, penyebab utama banjir karena aliran sungai tidak lancar yang diakibatkan banyaknya masyarakat membuang sampah di sungai. 

“Selain warga, anak sekolah SMPN 2 Tanggulangin juga ikut bersih-bersih, mereka dengan sukarela ikut gabung bersama warga bersihkan sampah”, terang Sigit.

Bulan April ini dinas PU PR punya target lima titik lokasi desa, dimulai dari desa Semanding Jabon kemudian desa Penatarsewu Tanggulangin,  desa Kedung Banteng Tanggulangin, selanjutnya ke desa Balonggarut Krembung, kemudian desa Pesawahan Porong dan desa Keraton Krian.

Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin berpesan kepada warga serta tokoh masyarakat desa agar setelah ini sungai sudah dibersihkan warga tidak lagi membuang sampah di sungai. Mulai sekarang masyarakat harus sadar akibat buang sampah di sungai bisa menyebabkan banjir dan menimbulkan penyakit.

“ Tolong sungai Kedung banteng ini dijaga kebersihannya, setiap warga harus saling mengingatkan satu sama lain, bila perlu ditegur apabila masih ada yang buang sampah di sungai “ tutur Cak Nur panggilan akrab Wakil Bupati.

Cak Nur menambahkan, barometer daerah itu dikatakan maju salah satunya adalah sungainya bersih dari sampah, seperti kita lihat di negara Jepang sulit kita temui ada sungai yang kotor bahkan di Jepang ikan saja bisa hidup di drainase perkotaan.

Hal ini berbeda sekali dengan di daerah kita, jangankan di drainase kota, di sungai yang ada di desa saja ikan belum tentu bisa hidup, sebab banyak sampah yang mencemari air, ungkap Cak Nur.

Cak Nur meminta kepada Dinas PU PR agar program peduli sungai ini terus dilakukan, sebab mengajak masyarakat untuk sadar dan peduli kebersihan sungai tidak mudah, mengajak mereka harus sabar lambat laun mayarakat akan berubah, ujarnya. ( Ir/Kominfo).