Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Desa Bungurasih menjadi Desa Tanggap Bencana
Dilihat
93
Penulis: Bidang Informasi Publik
18-12-2017




KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen untuk menanggulangi bencana bukan hanya untuk menuju Sidoarjo Smart City namun lebih pada penangan bencana dan dampak sosial  yang  terjadi pasca bencana. Dengan adanya bencana banjir yang hamper setiap tahun melanda di beberapa wilayah di Kabupaten Sidoarjo, BPBD Kabupaten Sidoarjo, bekerjasama dengan Pusat Studi Bencana Lingkungan (PSBL) Unitomo Surabaya menggelar Gladi Lapang dan Gladi Posko Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, “ MenujuMasyarakatTangguhMenghadapiBencana, Minggu (17/12) di Gedung Serba Guna Desa Bungurasih Barat.

Kegiatan diawali dengan apel siaga bencana dan bertindak sebagai irup, Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin, SH. Peserta Upacara dari unsure masyarakat Desa Bungurasih Barat, relawan, mahasiswa KKN Unitomo, Koramil dan polsek Waru , serta BPBD Kabupaten Sidoarjo.

Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo Dwijo Prawiromenjelaskan terpilihnya Desa Bungurasih sebab merupakan desa yang rawan bencana Banjir dan hamper setiap tahun mengalami banjir dari luapan sungai buntung yang melintasi Desa Bungurasih. “Untuk itu perlu disiapkan masyarakatnya untuk tanggap bencana, terutama dalam penanganan dan evakuasi. Sehingga sebelum ada gladi lapang dan gladi posko ini, masyarakat Desa Bungurasih sudah beberapa kali diberikan pembekalan oleh BPBD dan PSBL Unitomo. Program  selanjutnya akan diintegrasikan dengan aplikasi SIGAP yang bias diakses melalui android,” jelas Dwijo.

Semetara Ketua Pusat Studi Bencana, Hendro Wardono menegaskan bahwa kegiatan gladi ini lebih difokuskan pada zonasi, evakuasi dan titik kumpul untuk jalur evakuasi penanganannya menggunakan area atau per RW. Unitomo Surabaya yang terintegrasi dengan kegiatan ini melalui program KKN, akan lebih memfokuskan mahasiswanya dalam penanganan tanggap bencana dan pasca bencana sesuai kebutuhan masyarakat.

Wakil Bupati Sidoarjo mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai suatu pengetahuan / wawasan bagi masyarakat untuk menangani bencana. "Saya berharap upaya ini terus disosialisasikan sehingga bias dimanfaatkan oleh masyarakat saat melihat bencana di daerahnya," pinta CakNur. (Kominfo/en)