Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Hari Santri Nasional: Puluhan Ribu Santri Ngaji Bareng Kitab Kuning
Dilihat
211
Penulis: Bidang Informasi Publik
24-10-2017




KOMINFO,Sidoarjo- Stadion Gelora Delta Sidoarjo kemarin, Minggu, (22/10) dipenuhi puluhan ribu santri. Kurang lebih 90 ribu santri berada dalam stadion sepak bola kebanggaan Kabupaten Sidoarjo itu. Mereka datang bukan untuk melihat pertandingan bola. Melainkan untuk memperingati Hari Santri Nasional dengan ngaji kitab kuning bersama. Ngaji kitab kuning tersebut  tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

 

Ada belasan kyai hadir dalam kegiatan tersebut. Seperti KH. Ma'ruf Amin Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Sholeh Qosim pengasuh Ponpes Bahauddin Al-Islami Sepanjang Sidoarjo, KH. Ali Mashuri pengasuh Ponpes Bumi Sholawat Lebo Sidoarjo, KH. Syafi'i Misbah Ketegan, KH. Anwar Manshur Lirboyo Kediri, KH. Ubaidillah Faqih Langitan, KH. Abdurrohman Al-Kautsar Ploso, KH. Wahid Harun Putat Tanggulangin, KH. Sihabbudin Sholeh Ngelom-Sidoarjo, KH. Abdus Salam Mujib Al-Khozini, KH. Rofiq Siroj, Rois Syuriah PCNU Sidoarjo. Selain itu, juga hadir Wakil Gubernur Jawa Timur Saifulloh Yusuf atau Gus Ipul, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dan Forkopimda Sidoarjo seperti Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,M.Hum dan H. Nur Ahmad Syaifuddin SH, Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo dan Dandim 0816 Sidoarjo. Ketua PCNU Sidoarjo KH. Maskhun sebagai penyelenggara kegiatan juga hadir dalam kegiatan tersebut.

 

Kehadiran para kyai sudah ditunggu para santri. Puluhan ribu santri yang datang dari berbagai penjuru Pondok Pesantren di Jawa Timur itu telah siap dengan kitab kuning ditangannya masing-masing. Tidak lama menunggu akhirnya pembacaan kitab kuning Nashoihul ibaad dimulai. Secara bergantian para kyai mengajarkan  kitab karya Syekh Nawawi Al Bantani tersebut kepada santriwan dan santriwati.

 

Usai selesai membacakan kitab kuning Nashoihul ibaad, pihak MURI langsung memberikan piagam penghargaan rekor MURI. Piagam tersebut diserahkan oleh Senior Manajer MURI Sri Widyawati kepada penggagas ngaji bareng kitab kuning yakni Ketua GP Ansor Sidoarjo H. Rizza Ali Faizin.

 

Senior Manajer MURI Sri Widyawati mengatakan kegiatan mengaji kitab Nashoihul ibaad dengan santri terbanyak telah memenuhi syarat untuk dicatatkan dalam rekor MURI. Dari 22 ribu peserta ngaji yang diusulkan, ternyata pesertanya mencapai 50 ribu lebih.

 

"Kami dari Museum Rekor Dunia Indonesia berkesempatan hadir di Kabupaten Sidoarjo untuk mencatat satu rekor spektakuler yaitu mengaji kitab Nashoihul ibaad dengan santri terbanyak,"ucapnya.

 

Rais Aam PBNU KH. Ma'ruf Amin mengatakan semangat jihat santri sekarang tidak dilakukan dalam bentuk fisik seperti saat mengusir penjajah pada peristiwa 10 November di Surabaya dahulu. Namun sekarang disesuaikan dengan tantangan yang terjadi saat ini. Ia katakan jihat santri sekarang adalah jihat pemikiran terhadap radikalisme  dan intoleransi. Bagaimana para santri menghadapi kegaduhan pemikiran kelompok-kelompok yang ingin mengganti Pancasila.

 

"Kita harus mengawal negeri ini dari kegaduhan pemikiran-pemikiran yang distruktif yaitu intoleran dan kelompok radikal,"ucapnya.

 

Selain itu saat ini para santri diharapkan dapat melawan kesenjangan sosial yang menimbulkan kecemburuan ekonomi. Santri harus berjuang menghilangkan kesenjangan ekonomi tersebut. Oleh karena itu saat ini Pondok Pesantren diarahkan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi melalui pemberdayaan ekonomi umat.

 

"Ini bagian dari arus baru ekonomi Indonesia, ini tugas santri kita sekarang,"ujarnya.

 

Sementara itu Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,M.Hum menyambut baik peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Sidoarjo. Ia katakan peringatan Hari Santri Nasional adalah bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Hal tersebut dibuktikan dengan resolusi jihad Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari yang dikenang sebagai peristiwa 10 November di Surabaya. Peristiwa tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.

 

“Kiprah santri sudah teruji dalam mengkokohkan pilar-pilar NKRI yang berdasarkan Pancasila. Santri berdiri di garda depan dalam membentengi NKRI dari berbagai ancaman,”ucapnya.

 

Diakhir acara dilakukan pembacaan sumpah santri Indonesia yang dipimpin o