Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Wabup Sidoarjo : Generasi Muda Harus Tahu Sejarah Pemberontakan G30S/PKI
Dilihat
180
Penulis: Bidang Informasi Publik
02-10-2017




KOMINFO,Sidoarjo- Pemberontakan G30S/PKI menyisahkan sejarah kelam bagi bangsa Indonesia. Generasi muda harus mengerti tentang sejarah kelam tersebut. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH, saat menghadiri acara nonton bareng film G30S/PKI yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidoarjo di halaman SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo kemarin malam, Jum'at, (29/9). Ratusan pemuda pemudi dari berbagai ormas hadir dalam acara tersebut. Dua layar lebar dan karpet digelar untuk menonton pemutaran film tersebut. Dandim 0816 Sidoarjo Letkol. Inf. Fadli Mulyono hadir menonton film yang berdurasi kurang lebih 4 jam tersebut.

 

Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan generasi muda harus tahu sejarah bangsa sendiri. Baik itu sejarah heroik maupun sejarah kelam yang pernah dialami bangsa Indonesia. Seperti sejarah kelam pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau yang disingkat G30S/PKI. Sejarah penting diketahui agar generasi muda mewarisi jiwa patriotis dan jiwa heroik para pahlwan yang telah gugur mempertahankan kemerdekaan R.I.

 

"Generasi muda wajib mengetahui bagaimana heroiknya para pahlawan, para pendahulu kita yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia,"ujarnya.

 

Ia katakan sejarah kelam G30S/PKI juga harus diketahui. Peristiwa tersebut dapat digunakan sebagai pembelajaran agar sejarah kelam tersebut tidak terulang kembali. Ia khawatir apabila peristiwa G30S/PKI tidak diketahui generasi muda saat ini. Hal tersebut menyebabkan sikap cuek generasi muda dalam memahami ideologi komunis yang pernah ada di tanah air. Sikap tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi ideologi komunis kepada generasi muda karena ketidaktahuannya akan sejarah.

 

Ia katakan saat ini teknologi informasi berkembang dengan baik. Akses informasi sangat mudah dan cepat dijangkau. Ideologi komunis seperti itu dapat mudah diakses dari luar. Apabila generasi muda tidak memahami ideologi tersebut dari sejarah. Ia khawatirkan ideologi tersebut mempengaruhi mereka.

 

Ia katakan ideologi komunis yang tidak mengakui adanya tuhan sudah tidak sesuai di Indonesia.  Dalam isi UUD 1945 menyebutkan bahwa kemerdekaan dicapai atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Selain itu dalam butir Pancasila pada sila pertama juga berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu semua warga negara Indonesia harusnya berketuhanan.

 

Letkol. Inf. Fadli Mulyono mengucapkan terimakasihnya kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidoarjo yang telah menggelar kegiatan  nonton bareng film G30S/PKI. Menurutnya apa yang dilakukan pengurus Muhammadiyah adalah bentuk kesadaran masyarakat menyikapi tragedi tersebut. Ia katakan tujuan penayangan kembali film G30S/PKI bukan untuk memperlihatkan sisi kekejaman dari PKI. Namun pesan yang ingin disampaikan adalah untuk tidak melupakan peristiwa kelam yang pernah terjadi.

 

"Pesan yang ingin disampaikan adalah bagi kita yang hidup jauh dibelakang peristiwa itu tidak melupakan sejarah kelam bangsa ini,"ucapnya.

 

Dandim 0816 Sidoarjo Letkol. Inf. Fadli Mulyono berharap peristiwa kelam tersebut tidak akan terulang kembali. Oleh karena itu masyarakat maupun generasi muda wajib mengetahui peristiwa tersebut sebagai bahan pembelajaran bersama.

 

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidoarjo H. Masyhud mengatakan peristiwa G30S/PKI adalah masa kelam bangsa Indonesia yang tidak boleh dilupakan. Oleh karenanya kegiatan kali ini diselenggarakan untuk mengenang peristiwa tersebut. 

 

Ia katakan Pancasila adalah ideologi dasar negara. Apabila ada ideologi yang bertentangan dengan Pancasila maka ideologi tersebut harus hengkang dari Indonesia. Seperti ideologi komunis yang pernah ada di Indonesia. Ideologi komunis yang di bawa PKI telah melakukan kebiadaban terhadap tokoh-tokoh bangsa dan agama.

 

Sebelum penayangan film G30S/PKI di mulai, kumpulan ormas kepemudaan dan ormas keagamaan deklarasikan diri sebagai anti komunis. Ada dua butir pernyataan yang di ikrarkan serempak oleh salah satunya Ormas Pemuda Pancasila dan FKPPI (Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia) tersebut. Ikrar tersebut berbunyi menolak adanya segala macam bentuk serta paham laten komunis berkembang di Indonesia. Ikrar kedua menyatakan kesiapan membantu dan mendukung TNI dalam memerangi paham komunis demi tegaknya NKRI yang berlandaskan Pan