Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Dukung Program Kebersihan
Dilihat
434
Penulis: Bidang Informasi Publik
13-09-2017




KOMINFO,Sidoarjo- Program kebersihan zero waste Pemerintah Kabupaten Sidoarjo didukung TP-PKK Kabupaten Sidoarjo. Dukungan tersebut diperlihatkannya lewat Sosialisasi Zero Waste Bagi Anggota Tim Penggerak PKK yang digelar di pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Selasa, (12/9). Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Hj. Ida Nur Ahmad Syaifuddin dan dihadiri 200 anggota PKK kecamatan, desa maupun kelurahan. Hadir juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo M. Bahrul Amig, S.Sos. MM. Dalam kesempatan tersebut nara sumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo dihadirkan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman cara mengelola sampah yang baik dan benar. Ibu-ibu anggota PKK diajari cara mengelola sampah yang dapat menghasil kompos. Pengelolaan sampah tersebut menggunakan media keranjang Takakura serta komposter.

 

Dalam sambutannya Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Hj. Ida Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan sampah menjadi salah satu problem  di Kabupaten Sidoarjo.  Volume sampah tidak  sebanding dengan kapasitas Tempat Pemprosesan Akhir Sampah (TPA) yang terletak di Desa Kupang Kecamatan Jabon. Hal tersebut menyebabkan kondisi TPA Jabon  overload. Oleh karena itu diperlukan penanganan sampah secara konseptual dan berkelanjutan sesuai amanat undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.

 

Untuk mewujudkan amanat tersebut ia katakan diperlukan penanganan pengelolaan sampah langsung dari sumbernya. Baik itu di tingkat rumah tangga maupun kawasan melalui TPST. Ia menjelaskan sampah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik akan menjadi masalah di masa kini dan masa datang. Sebaliknya, sampah rumah tangga yang dikelola dengan baik akan mendatangkan berkah. 

 

Ia juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo selalu mengajak masyarakat berbudaya hidup bersih. Salah satunya melalui program zero waste academy/akademi nol sampah. Ia katakan zero waste academy adalah bentuk inovasi dalam pemberdayaan masyarakat untuk menuntaskan sampah.

 

"Model ini cukup efektif untuk mengajak masyarakat dalam menuntaskan sampah, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa dan bahkan sampai RT/RW,"ucapnya.

 

Dalam kesempatan tersebut ia menghimbau kepada anggotanya untuk memilah sampah berdasarkan jenisnya. Ia berharap prilaku tersebut dapat ditumbuhkan sebagai kebiasaan di rumah tangga. "ibu adalah sosok sentral yang diharapkan mampu berperan memulai dan menularkannya kepada seluruh anggota keluarga,"ucapnya.

 

Diakhir sambutannya ia meminta semua pihak untuk mendukung program-program yang bertemakan pelestarikan lingkungan dan penerapan budaya hidup bersih dengan langkah 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Melalui kegiatan zero waste dapat jadikan sebagai wahana edukasi perubahan prilaku dan kepedulian masyarakat untuk menciptakan kelestarian lingkungan sebagai bentuk revolusi mental.

       

"Terus berkreasi dan berinovasi wujudkan bumi Sidoarjo yang ramah  lingkungan,"ajaknya.

 

Kepala Seksi Pelayanan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo Sofyan Irwadi, Sm. HK yang menjadi narasumber mengatakan 65% timbulan sampah di Kabupaten Sidoarjo  dihasilkan dari rumah tangga. 35%  sisanya dari sampah kegiatan usaha. Perharinya timbulan sampah yang dihasilkan masyarakat Sidoarjo sebanyak 5.404 meter kubik. Sampah-sampah tersebut sebagian dikirim ke TPA Jabon. Timbulan sampah yang terangkut ke TPA perharinya sebanyak 1.915 meter kubik dan sampah yang diangkut ke TPST kawasan sebanyak 1.264 meter kubik/harinya. Sedangkan 2.225 meter kubik sampah perharinya ditangani secara mandiri.

 

Ia mengatakan sampah yang tidak dikelola dengan baik berdampak negatif. Seperti pencemaran lingkungan hingga menyebabkan banjir. Selain itu juga berdampak pada buruknya kesehatan masyarakat. Ia juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah memiliki strategi dan kebijakan pengelolaan sampah dengan berbagai program. Seperti program pengembangan kinerja pengelolaan persampahan serta program peningkatan budaya hidup bersih di masyarakat.

 

Program pengembangan kinerja pengelolaan persampahan mencakup beberapa hal. Diantaranya penyediaa