Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Bintek Tahap 2 Fokus Pada Rencana Penerapan Smart Government, Smart Living dan Smart Society
Dilihat
139
Penulis: Bidang Informasi Publik
31-08-2017




KOMINFO, Sidoarjo - Masterplan penerapan teknologi informasi (TI) dan komunikasi untuk pengembangan konsep smart city sedang digodok oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Sidoarjo. Program smart city ini sudah dianggarkan oleh Pemkab Sidoarjo pada APBD Perubahan tahun 2017.

 

“Triwulan kedua 2017 membentuk tim developer smart city untuk memulai pembangunan sistem smart city. Ini karena Sidoarjo termasuk dalam 25 Kabupaten/Kota role model penerapan smart city di Indonesia dari 100 kabupaten/kota di Indonesia,” ujar Kadis Kominfo Sidoarjo, Y. Siswojo dalam laporannya pada kegiatan Bimtek tahap  2 Sidoarjo Menuju Smart City, di ruang Delta Karya Kantor Sekretariat Pemkab Sidoarjo Selasa (29/8/2017).

 

Siswojo menambahkan, pihaknya juga sudah menandatangani MoU antara Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo dengan Pemkab Sidoarjo tentang implementasi Gerakan Menuju 100 smart city pada 22 Mei 2017 lalu. 

" Bimbingan teknis tahap kedua ini berlangsung selama dua hari mulai tgl 29-30 agustus, bimtek akan fokus dalam penentuan Quick Win penyusunan masterplan smart city, pertukaran data dan legal software menggunakan free and open source softwere (FOSS), sosialisasi dan focus group discussion gerakan menuju 100 smart city, integrasi data antar perangkat daerah serta rencana penggunaan sistem elektronik khususnya pemasaran secara digital (UKM E-Commerce),” jelasnya.

 

Bimbingan Teknis tahap 2 tersebut menghasilkan rumusan masterplan dan quick win yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Dibimbing oleh Farid Subhan tenaga ahli dari Kementerian Komukasi dan Informatika RI, Kabupaten Sidoarjo telah berhasil merumuskan Quick Win yang dikategorikan ke dalam 6 kelompok, yaitu Smart Governance, Smart Branding, Smart Living, Smart Environment, dan Smart Society.

 

Dirumuskannya Smart Society didasari oleh tujuan Kabupaten Sidoarjo yaitu pembangunan yang diprioritaskan pada pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan lapangan pekerjaan untuk menyerap tenaga kerja masyarakat Sidoarjo.

 

Adapun rencana jangka pendek yang akan segera diwujudkan dalam Quick Win yaitu fokus pada Smart Government, Smart Living dan Smart Society.

 

Sidoarjo dalam mewujudkan Smart Government dalam waktu dekat akan dilakukan pengembangan program Berkas Mlaku Dewe (BMW), targetnya aplikasi BMW akhir tahun 2017 ini sudah selesai direplikasikan ke 17 kecamatan.

 

Dengan aplikasi itu, warga tidak perlu datang ke kantor kecamatan untuk mengurus administrasi. Prinsip kerjanya, surat dari desa diajukan ke kecamatan lewat jaringan internet. Petugas cukup membuka aplikasi tersebut. Setelah itu, memilih item pelayanan.

 

Kemudian untuk Smart Living akan dibuatkan program  E-Commerce atau (Electronic commerce) yang biasa disebut juga Perdagangan elektronik adalah suatu proses pembelian, penjualan, pertukaran barang dan jasa antara dua belah pihak melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi.

E-Commerce ini dirumuskan dengan harapan adanya peningkatan terhadap mutu peningkatan penjualan UMKM, karena Sidoarjo merupakan kota UMKM Indonesia lebih dari 170 ribu Usaha Kecil Menengah  

 

Smart Living juga akan mengembangkan aplikasi SIAP Tarik (Sistem Antrian Puskesmas Tarik), aplikasi antrian berbasis online ini akan dikembangkan ke seluruh puskesmas se Kabupaten Sidoarjo. Segera dilakukan replikasi ke seluruh puskesmas sebanyak 25 puskesmas adan targetnya selesai tahun ini.

 

Sedangkan untuk Smart Society Sidoarjo akan mengembangkan aplikasi SIGAP (Sidoarjo Tanggap)  adalah suatu sistem informasi bencana berbasis android yang dapat didownload / diunduh secara gratis di aplikasi playstore. (Ir/kominfo)