Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Puncak Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2017 dan Launching Kampanye Measles Rubella (MR) Kabupaten Sidoarjo
Dilihat
141
Penulis: Bidang Informasi Publik
10-08-2017




Untuk memperigati Hari Anak Nasional Tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dibawah koordinasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana Kabupaten Sidoarjo  dengan melibatkan seluruh lintas sektor terkait menyelengarakan puncak acara Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2017 pada hari ini, Selasa, 8 Agustus 2017 di stadion Gelora Delta Sidoarjo / GOR Sidoarjo.

Peringatan HAN tahun ini dimeriahkan dengan gebyar TK/ RA/ BA dan PAUD dengan senam Ceria Anak Indonesia, kemudian gemar makan telur, makan buah dan minum susu, gelar aksi anak sidoarjo serta penyampaian suara anak sidoarjo yang diikuti oleh 9.900 anak TK/ RA/ BA dan PAUD, serta 500 anak SD/ SMP/ SMK.

Tujuan dari peringatan Hari Anak nasional tahun 2017 ini adalah untuk meningkatkan komitmen negara, pemerintah dan dunia usaha, masyarakat, keluarga dan orang tua.

Selain dilaksanakan puncak peringatan Hari Anak Nasional tahun 2017 di Kabupaten Sidoarjo ini, juga dilaksanakan Launching Kampanye Measles Rubella (MR), sebagai salah satu upaya pemerintah dalam memenuhi hak anak untuk hidup sehat.

Dan Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella/Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2020. campak/morbili/ gabagen atau measles, merupakan penyakit yang sangat menular (infeksius) yang disebabkan oleh virus. sedang rubella (campak german) adalah penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan

Target cakupan kampanye imunisasi MR adalah minimal 95% di semua level administrasi,  untuk itu diperlukan strategi agar berhasil mencapai target yang diharapkan.

Negara Indonesia telah menjadi bagian dari PBB dan telah berkomitmen di tingkat internasional yang ditandai dengan diratifikasinya Konvensi Hak Anak (KHA) melalui keputusan Presiden No. 36 Tahun 1990. Hal ini untuk mendukung gerakan dunia dalam menciptakan World Fit for Children (Dunia yang Layak Bagi Anak), yang kemudian ditindak lanjuti oleh Pemerintah Indonesia melalui pengembangan kebijakan kabupaten / Kota Layak Anak (KLA). KLA ini merupakan sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat, media dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan program.

KLA juga menjadi instrumen hukum dan diimplementasikan oleh setiap negara karena  sebagai manusia anak memiliki serangkaian hak yang harus dihormati dan dijamin pemenuhannya disetiap negara. Anak merupakan golongan yang rentan atau golongan orang yang belum mampu melakukan perbuatan hukum, oleh sebab itu, anak harus berada dalam pengasuhan, dan pola pengasuhan yang tepat bagi anak adalah lingkungan keluarga.

Dengan berpijak pada pentingnya peran keluarga dalam pola asuh anak dan menanamkan karakter bagi anak, untuk itu, tema yang ditetapkan dalam Peringatan Hari Anak Nasional Tahun (HAN) 2017 adalah, “ Perlindungan Anak dimulai dari Keluarga” dengan pesan utama, “ Saya Anak Indonesia, Saya Gembira”.