Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Ibu-ibu PKK Desa/Kelurahan Dilatih Kelola Perpustakaan Desa
Dilihat
381
Penulis: Bidang Informasi Publik
26-07-2017




KOMINFO,Sidoarjo- Upaya mengembangkan dan memajukan perpustakan desa dilakukan TP-PKK Kabupaten Sidoarjo. Tadi pagi, Selasa, (25/7), organisasi yang dipimpin oleh Hj. Anik Saiful Ilah tersebut menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo. 200 orang ibu-ibu PKK kecamatan, desa dan kelurahan ikut dalam kegiatan tersebut. Kegiatan yang dibuka oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Hj. Anik Saiful Ilah  menghadirkan narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo.

 

Dalam sambutannya membuka Bimtek tersebut Hj. Anik Saiful Ilah mengatakan peran perpustakaan saat ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Kontribusi perpustakaan bagi pembangunan bangsa cukup besar. Oleh karena itu keberadaan perpustakaan harus terus dikembangkan.

 

Bagi istri Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,M.Hum itu, perpustakaan adalah jantung pendidikan dan sumber informasi. Keberadaannya sangat penting sebagai sarana pembelajaran masyarakat sepanjang hayat. Untuk itu TP-PKK Kabupaten Sidoarjo terus menerus berupaya memajukan keberadaan perpustakaan yang ada di desa. Ia berharap perpustakaan desa/kelurahan yang dikelola oleh anggotanya dapat berkembang dengan baik. Ia berharap melalui Bimtek seperti ini kemampuan anggota PKK desa/kelurahan dalam mengelola perpustakaan dapat meningkat.

 

“Semoga kedepan perpustakaan yang dikelola PKK dapat menjadi sarana yang diminati masyarakat sebagai pusat informasi dan pembelajaran bagi masyarakat luas,”harap Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Hj. Anik Saiful Ilah. 

 

Sementara itu Plt. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sidoarjo Drs. Sutjipto MM yang hadir mengapresiasi positif kegiatan yang dilakukan TP-PKK Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan seperti ini adalah salah satu upaya dalam meningkat minat baca masyarakat. Ia katakan muara peningkatan minat baca adalah kecintaan terhadap buku yang berlanjut kepada kecintaan terhadap perpustakaan. Namun menumbuhkan minat baca tidaklah mudah. Butuh proses yang cukup panjang serta perjuangan dan usaha yang tidak kenal lelah.

 

Ia katakan pendirian perpustakaan desa yang notabenenya perpustakaan PKK sangat sulit. Belum semua desa tergerak untuk mendirikan perpustakaan. Padahal regulasi pendirian perpustakaan didesa/kelurahan sudah diatur dalam peraturan pemerintah pusat maupun daerah.

 

“Perpustakaan desa yang juga perpustakaan PKK sangat sulit didirikan karena mainset kepala desa, mudah-mudahan semua desa tergerak untuk mendirikan perpustakaan,”ucapnya.

 

Ia mengatakan ketertarikan membaca harus dibangun sejak dini. Hal tersebut dapat diawali dalam keluarga. Jika ketertarikan membaca sudah ada, bisa dipastikan budaya gemar membaca dimasyarakat akan terwujud.

 

Ia katakan banyak kendala yang menghambat tumbuhnya minat baca masyarakat. Antara lain masyarakat menganggap kebutuhan membaca bukanlah kebutuhan penting seperti kebutuhan sandang maupun papan. Selain itu juga kurangnya gairah membaca untuk meningkatkan wawasan juga menjadi salah satu kendalanya. Kendala lainnya adalah banyaknya hiburan, tempat permainan maupun tayangan televisi yang dapat mengalihkan perhatian masyarakat dari buku.

 

Untuk mengatasai kendala tersebut ujar mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Sidoarjo diperlukan strategi lain. Salah satunya membuat inovasi dan strategi agar perpustakaan dapat diminati masyarakat.

“Bagaimana menciptakan perpustakaan menjadi tempat favorit masyarakat, kalau perpustakaan diminati tentu akan berdampak kepada peningkatan gemar membaca,”ujarnya.

 

Kepala Seksi Pengembangan Koleksi Dan Pengolahan Bahan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sidoarjo Dra. Siti Zuriah, MM yang menjadi narasumber mengatakan di Kabupaten Sidoarjo masih ada 97 perpustakaan desa/kelurahan. Perkembangan perpustakaan desa/kelurahan yang ada selalu mengalami pasang surut. Keberadaan perpustakaan desa/kelurahan bisa berkembang maupun mengempis seiring pergantian kepala desa. Untuk itu dibutuhkan komitmen pemerintah desa terutama kepala desa terhadap keberadaan perpustakaan. (sigit/kominfo)